Bebas Preman, Kawasan Industri Surabaya Dinilai Beri Rasa Aman bagi Pelaku Usaha
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Keamanan dan kenyamanan menjadi salah satu faktor penting bagi perusahaan dalam menjalankan aktivitas bisnis di kawasan industri.
Kondisi tersebut turut dirasakan PT Anugerah Pharmindo Lestari (APL) selama beroperasi di Kawasan Industri Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Surabaya.
Branch Manager PT Anugerah Pharmindo Lestari, Ricki Hamdani, mengatakan lingkungan kawasan yang aman membuat perusahaan dan karyawan dapat menjalankan aktivitas bisnis dengan lebih tenang. Bahkan ketika harus bekerja hingga malam hari.
“Selama ini Kawasan SIER sangat nyaman untuk bisnis. Salah satu yang kami rasakan adalah dari sisi keamanan. Tidak ada preman yang datang meminta-minta ke perusahaan. Ini menjadi salah satu hal yang sangat kami hargai,” ujar Ricki saat menerima kunjungan Direksi PT SIER, Selasa (15/9/2026).
Menurut Ricki, keamanan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas perusahaan pada siang hari. Kondisi lingkungan kawasan juga memberikan rasa aman bagi karyawan yang pulang setelah bekerja hingga larut malam.
“Karyawan kami saat pulangnya larut malam juga tidak pernah ada kejadian yang mengganggu. Saya buktikan sendiri saat malam hari, pulang aman. Sering dilakukan patroli keamanan. Itu sangat bagus,” katanya.
Selain keamanan, kelengkapan fasilitas dan kecepatan respons terhadap keluhan tenant juga menjadi faktor yang dinilai mendukung kegiatan usaha perusahaan di kawasan tersebut.
“Fasilitasnya juga sangat lengkap. Kalau ada keluhan, langsung ditangani dengan baik dan cepat. Bagi kami, hal-hal seperti ini sangat penting karena membuat perusahaan bisa menjalankan bisnis dengan tenang,” pungkasnya.
Hal tersebut menjadi salah satu masukan yang diserap jajaran Direksi SIER dalam rangkaian kegiatan BOD Visit Tenant. Kegiatan tersebut dilakukan dengan mengunjungi sejumlah perusahaan yang beroperasi di kawasan industri untuk mendengar langsung kebutuhan dan persoalan yang dihadapi tenant.
Kunjungan dilakukan ke PT HM Sampoerna Tbk, PT Golden Tulip Pratama, PT Anugerah Pharmindo Lestari, serta PT Filtrona Manufacturing Indonesia.
Direktur Utama PT SIER, Alif Abadi, mengatakan kunjungan tersebut tidak sekadar menjadi agenda silaturahmi. Manajemen ingin memperoleh masukan langsung mengenai pelayanan, fasilitas, hingga kebutuhan operasional tenant. “Kami ingin hadir langsung, mendengar apa yang menjadi kebutuhan dan masukan dari tenant,” ujar Alif.
Menurutnya, pengelolaan kawasan industri tidak cukup hanya mengandalkan ketersediaan infrastruktur. Pengelola juga perlu memahami kebutuhan tenant yang terus berkembang agar perusahaan dapat menjalankan kegiatan usaha secara optimal.
“Tenant bukan sekadar penghuni kawasan atau angka dalam portofolio bisnis. Mereka adalah bagian dari ekosistem yang sama,” tuturnya.
Dalam kunjungan tersebut, SIER juga menyampaikan sejumlah pengembangan fasilitas dan layanan kawasan. Di antaranya layanan air recycle yang telah mengantongi sertifikat halal, pengembangan layanan fiber optic, serta fasilitas olahraga.
SIER juga menyiapkan pengembangan fasilitas olahraga baru berupa lapangan padel dan peningkatan fasilitas futsal serta tenis lapangan. Selain itu, terdapat fasilitas daycare di Klinik SIER yang ditargetkan mulai beroperasi paling lambat awal Oktober 2026.
Editor: Arif Ardliyanto