Tak Sekadar Website, Gadisku Buka Jalan Penyandang Disabilitas Tembus Dunia Kerja

Hendro Djatmiko
Transformasi digital Gadisku didorong Unesa untuk memperluas akses penyandang disabilitas ke dunia kerja, industri, dan masyarakat melalui website serta konten inklusif. Foto iNewsSurabaya.id/hendro

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Dunia digital kini tidak hanya menjadi ruang untuk menyebarkan informasi. Bagi organisasi pemberdayaan penyandang disabilitas, kehadiran digital juga dapat membuka jalan menuju dunia kerja, memperluas jejaring, hingga mempertemukan potensi penyandang disabilitas dengan kebutuhan industri.

Hal inilah yang mulai dibangun melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bertajuk “Transformasi Digital Galeri Disabilitas dan UPT Jawa Timur (GADISKU) melalui Pengembangan Website dan Pelatihan Penulisan Konten.”

Kegiatan yang digelar di Ruang Media Center, Gedung Rektorat Unesa tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kehadiran digital Galeri Disabilitas dan UPT Jawa Timur (Gadisku).

Tidak sekadar membangun sebuah website, program tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan pengelola dalam membuat konten dan menyampaikan berbagai cerita pemberdayaan penyandang disabilitas kepada masyarakat.

Kegiatan itu dihadiri pengelola Program Gadisku, Direktur Rumah Kinasih Edi Cahyono, Komisioner Komisi Nasional Disabilitas (KND) Eka Prastama Widiyanta, perwakilan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, serta tim PKM Unesa.

Edi Cahyono menjelaskan, Gadisku dibentuk sebagai ruang pendampingan bagi penyandang disabilitas non-UPT. Pendampingan dilakukan untuk membantu mereka melanjutkan proses rehabilitasi hingga memiliki kemandirian, baik dalam kehidupan sosial maupun ekonomi.

Sejak berdiri pada 2024, berbagai program telah dikembangkan Gadisku. Di antaranya kewirausahaan inklusif serta fasilitasi penyandang disabilitas yang ingin memasuki dunia kerja formal.

Namun, keberadaan program dan potensi tersebut dinilai belum cukup jika tidak diikuti dengan kemampuan memperkenalkannya kepada publik.

Menurut Edi, kebutuhan terhadap tenaga kerja penyandang disabilitas membuat perusahaan mulai mencari informasi melalui internet. Kondisi ini kemudian memperlihatkan pentingnya keberadaan digital bagi Gadisku.

“Pengalaman kami dengan pihak mitra menunjukkan bahwa perusahaan mencari tenaga kerja disabilitas melalui pencarian di internet hingga menemukan Gadisku,” jelas Edi.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network