Bandara Dhoho Kediri Bersiap Jadi Embarkasi Haji Baru pada 2027

Lukman Hakim
Gubernur Jatim menyambut kepulangan jamaah haji Debarkasi Surabaya kloter ke-116 atau kloter terakhir musim haji 1447 H/2026 M di Asrama Haji Surabaya. (Foto : Istimewa).

KEDIRI, iNewsSurabaya.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) berencana mengoperasikan Bandara Dhoho Kediri sebagai embarkasi haji baru, yang ditargetkan mulai melayani penerbangan pada tahun 2027 mendatang.

Kehadiran Bandara Dhoho diharapkan dapat memberikan kemudahan luar biasa bagi calon jamaah haji, khususnya dari wilayah Mataraman. Pilihan ini diambil untuk memangkas waktu tempuh menuju embarkasi, sehingga proses keberangkatan maupun kepulangan menjadi lebih efektif dan nyaman.

"InsyaAllah tahun depan Bandara Dhoho sudah bisa mulai digunakan untuk penerbangan haji. Seluruh persiapan terus kami lakukan bersama Kementerian Agama, Kementerian Perhubungan, Angkasa Pura, serta seluruh pihak terkait agar persyaratan dapat dipenuhi dengan baik," ujar Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kamis (2/7/2026).

Embarkasi Dhoho nantinya diproyeksikan melayani sekitar 10.548 jamaah haji yang berasal dari 15 kabupaten/kota di Jatim. Antara lain, Kabupaten dan Kota Kediri, Kabupaten dan Kota BlitarKabupaten dan Kota Madiun, Nganjuk, Tulungagung, Trenggalek, Magetan, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Jombang dan Bojonegoro.

Plt. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jatim Mohammad As'Adul Anam, menyampaikan bahwa wilayah tersebut mencakup eks Karesidenan Kediri dan Madiun, ditambah usulan wilayah Jombang dan Bojonegoro.

"Penambahan Kabupaten Jombang dan Kabupaten Bojonegoro didasarkan pada pertimbangan jarak tempuh yang lebih dekat menuju Bandara Dhoho dibandingkan Embarkasi Surabaya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan jemaah sekaligus mendukung pemerataan layanan embarkasi haji di Jawa Timur," jelas Anam.

Rencana ini disambut baik oleh Menteri Haji dan Umrah RI, Moch. Irfan Yusuf. Dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh jajaran pimpinan Kemenhaj, Pemprov Jatim, Pemkab Kediri, serta Otoritas Bandara Wilayah Surabaya, Menhaj menegaskan bahwa persiapan harus dilakukan jauh-jauh hari.

"Semua kebijakan yang kita ambil harus berorientasi pada kemaslahatan jemaah dan efisiensi penyelenggaraan haji. Yang kita bangun bukan hanya fasilitas, tetapi sistem pelayanan yang semakin baik, lebih mudah, dan semakin berpihak kepada jemaah," tegas Menhaj.

Saat ini, Bandara Juanda belum dapat melayani pesawat berbadan lebar sekelas Boeing 777-300. Akibatnya, penerbangan haji masih harus menggunakan Airbus A330-300 yang membutuhkan technical landing (transit) untuk pengisian bahan bakar, baik saat keberangkatan maupun kepulangan. Kondisi tersebut memicu pembengkakan biaya operasional.

"Bandara Dhoho memiliki potensi besar menjadi embarkasi haji baru. Namun, seluruh aspek pendukung harus dipastikan siap agar pelayanan kepada jemaah dapat berjalan optimal," pungkasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network