BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Kecelakaan laut kembali terjadi di perairan selatan Banyuwangi. Sebuah perahu nelayan jenis speed fiber bernama Bintang Sonar terbalik setelah diterjang gelombang setinggi sekitar 2,40 meter saat melintas di kawasan Plawangan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo.
Peristiwa tersebut dialami nelayan asal Dusun Grajagan Pantai, Desa Grajagan, pada saat hendak menuju perairan Samudra Hindia untuk mencari ikan. Beruntung, insiden itu tidak menimbulkan korban jiwa meski sempat membuat aktivitas melaut terganggu.
Kepala Pelabuhan Grajagan, Heru Prasetyo, membenarkan adanya kecelakaan laut tersebut. Ia menjelaskan bahwa perahu Bintang Sonar merupakan milik Syaifudin, warga Dusun Grajagan Pantai, Desa Grajagan, Kecamatan Purwoharjo.
Saat kejadian, perahu dikemudikan oleh Fiki (25) yang berangkat melaut untuk mencari ikan. Namun nahas, sebelum memperoleh hasil tangkapan, perahu sudah lebih dulu diterjang gelombang besar ketika melintasi Plawangan Grajagan menuju Samudra Hindia.
"Speed fiber diterjang gelombang dengan ketinggian sekitar 2,40 meter hingga kehilangan keseimbangan dan akhirnya terbalik," ujar Heru Prasetyo.
Meski tidak menelan korban jiwa, kecelakaan tersebut menjadi peringatan serius bagi para nelayan yang beraktivitas di perairan selatan Banyuwangi. Kawasan Plawangan Grajagan dikenal memiliki arus yang deras dan gelombang yang cukup tinggi, terutama saat kondisi cuaca kurang bersahabat.
Pihak pelabuhan mengimbau seluruh nelayan agar selalu memantau informasi cuaca dan tinggi gelombang sebelum memutuskan melaut. Kewaspadaan dinilai menjadi faktor penting untuk menghindari kecelakaan serupa, terutama ketika hendak melintasi jalur menuju Samudra Hindia yang memiliki karakter ombak cukup ekstrem.
Dengan kondisi gelombang yang masih tinggi, nelayan juga diminta memastikan kondisi perahu dan perlengkapan keselamatan dalam keadaan siap digunakan demi mengurangi risiko kecelakaan di tengah laut.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
