Tak hanya dikenal sebagai mediator, Fian juga dinilai aktif membuka ruang dialog dengan masyarakat. Salah satunya melalui program Kopi Aspirasi Warga (Kopasga) yang digelar secara bergilir di warung kopi di setiap RW.
Program tersebut tidak hanya menjadi wadah menyampaikan aspirasi masyarakat, tetapi juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro di lingkungan setempat.
Ketua LPMK Tambak Wedi, M. Rais, menjelaskan Kopasga dirancang berkeliling ke seluruh RW agar setiap warga memiliki kesempatan menyampaikan usulan maupun persoalan yang dihadapi.
"Kegiatan ini dimulai dari RW 01 dan rencananya berlanjut ke RW lainnya. Selain menyerap aspirasi, kami juga ingin menggerakkan usaha warung kopi milik warga. Sangat disayangkan karena Pak Lurah lebih dulu dimutasi," ungkapnya.
Penilaian positif juga datang dari Ketua RW 03 Tambak Wedi, Ade Sugiarto. Ia mengatakan Fian selama ini aktif mendampingi berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari PKK, Kader Surabaya Hebat, hingga membantu penyelesaian persoalan kesehatan warga.
Sementara itu, Rofii, warga RW 04, menilai kehadiran Fian mampu meredam berbagai persoalan sosial yang berpotensi menimbulkan konflik berkepanjangan.
"Kalau ada masalah di Tambak Wedi biasanya bisa ramai. Tapi setelah dimediasi Pak Fian, semuanya bisa selesai dengan baik. Kami juga prihatin karena anak dan istrinya ikut menjadi sasaran pembicaraan," tuturnya.
Menurut warga, kepemimpinan yang mengedepankan pendekatan dialog dan musyawarah menjadi alasan kuat munculnya dukungan agar nama baik mantan Lurah Tambak Wedi dipulihkan. Mereka berharap pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan selama bertugas tetap mendapat apresiasi dari berbagai pihak.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
