SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Penguatan nilai tukar ringgit Malaysia terhadap rupiah mulai berdampak pada kunjungan pasien asal Indonesia yang berobat ke Malaysia.
IHH Healthcare Malaysia mencatat penurunan kunjungan pasien Indonesia hingga sekitar 30 persen. Kondisi ini akibat pelemahan nilai tukar rupiah.
Head of Marketing IHH Healthcare Malaysia, Khairul Annuar Yusof, mengatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah strategi agar masyarakat Indonesia tetap dapat mengakses layanan kesehatan di rumah sakit jaringan IHH.
"Kami memang sudah melihat dampaknya. Karena itu kami menyusun berbagai strategi agar penguatan ringgit tidak menghalangi warga Indonesia untuk terus datang ke rumah sakit kami," ujar Khairul saat ditemui dalam IHH Healthcare Malaysia Expo 2026 di Pakuwon Mall Surabaya, Kamis (16/7/2026).
Salah satu strategi yang diterapkan adalah memberikan opsi pembayaran menggunakan rupiah. Sehingga pasien tidak perlu lagi mengonversi biaya pengobatan ke mata uang ringgit Malaysia.
"Kami memberikan tawaran pembayaran dalam rupiah. Jadi pasien tidak perlu lagi mengonversi ke ringgit. Kami juga ikut menanggung sebagian biaya perjalanan pasien," katanya.
Khairul mencontohkan, pasien yang memilih menjalani tindakan medis di Island Hospital Penang dengan nilai perawatan di atas RM30.000 akan mendapatkan fasilitas tiket pesawat gratis untuk pasien beserta satu orang pendamping.
"Kami menawarkan paket medical check-up dengan pembayaran rupiah. Harganya tidak melebihi Rp3,9 juta sehingga pasien tidak perlu khawatir dengan perubahan nilai tukar," ujarnya.
Meski demikian, Khairul menegaskan tarif layanan kesehatan di rumah sakit IHH tidak mengalami kenaikan. Menurutnya, biaya yang dirasakan lebih mahal semata-mata dipengaruhi oleh penguatan nilai tukar ringgit terhadap rupiah.
"Biaya layanan tetap sama. Yang berubah hanya nilai tukarnya, sehingga ketika dikonversi ke rupiah memang terlihat lebih tinggi," katanya.
Berdasarkan data pergerakan kurs, sepanjang 2024 nilai tukar ringgit terhadap rupiah mengalami penguatan signifikan. Ringgit sempat berada di kisaran Rp3.309 per ringgit pada pertengahan Januari 2024.
Kemudian menyentuh sekitar Rp3.680 pada awal Oktober 2024 dan ditutup di kisaran Rp3.632 per ringgit pada akhir tahun. Saat ini nilai tukar ringgit telah berada di kisaran Rp4.416.
Sementara itu, IHH Healthcare Malaysia kembali menggelar Healthcare Expo 2026 di Pakuwon Mall Surabaya pada 16–19 Juli 2026. Pameran tersebut menghadirkan 10 rumah sakit dalam jaringan IHH Healthcare Malaysia.
Antara lain, Gleneagles Hospital Penang, Gleneagles Hospital Kuala Lumpur, Gleneagles Hospital Johor, Gleneagles Hospital Kota Kinabalu, Island Hospital, Pantai Hospital Kuala Lumpur, Pantai Hospital Melaka, Pantai Hospital Penang, Prince Court Medical Centre, dan Timberland Medical Centre.
Event ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk berkonsultasi langsung mengenai layanan spesialis, estimasi biaya pengobatan, hingga prosedur berobat ke Malaysia.
Selama pameran berlangsung, pengunjung juga memperoleh berbagai penawaran khusus, seperti paket pemeriksaan kesehatan, promo layanan medis, serta konsultasi langsung dengan dokter spesialis dan perwakilan rumah sakit.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
