Dua Pendaki Hilang di Gunung Piramid Bondowoso Ditemukan, Kondisi Mengenaskan

Siswanto
Dua pendaki yang hilang di Gunung Piramid Bondowoso ditemukan meninggal dunia. Tim SAR menunda evakuasi karena medan curam dan berbahaya, operasi dilanjutkan Rabu pagi. Foto iNewsSurabaya.id/siswanto

BONDOWOSO, iNewsSurabaya.id – Operasi pencarian dua pendaki yang dilaporkan hilang di kawasan Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan menemukan keduanya pada Selasa (4/8/2026), namun dalam kondisi meninggal dunia.

Meski lokasi korban telah ditemukan, proses evakuasi belum dapat diselesaikan. Tim SAR memutuskan menghentikan sementara operasi karena medan yang sangat terjal, area kerja yang sempit, serta kondisi yang mulai gelap sehingga berisiko terhadap keselamatan personel.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, mengatakan pencarian dilakukan dengan menyisir titik yang diduga menjadi lokasi korban. Pada pukul 12.13 WIB, kedua korban ditemukan di koordinat 08°36′00,22″ LS – 114°14′38,30″ BT atau sekitar 170 meter dari titik awal kejadian dengan heading 76 derajat ke arah tenggara.

"Korban berada di dasar tebing dengan kemiringan sekitar 40 derajat dan kedalaman kurang lebih 60 meter," ujar I Made Oka Astawa.

Setelah penemuan tersebut, Tim SAR Gabungan langsung berupaya melakukan evakuasi. Namun hingga pukul 18.00 WIB, proses belum dapat dituntaskan karena pencahayaan yang semakin minim dan kondisi medan yang sangat berbahaya.

Menurut Oka Astawa, keselamatan personel menjadi prioritas utama dalam operasi penyelamatan. Oleh karena itu, evakuasi dihentikan sementara dan akan dilanjutkan kembali pada Rabu (5/8/2026) mulai pukul 06.00 WIB.

"Tim SAR Gabungan telah berupaya maksimal hingga korban berhasil ditemukan. Demi keselamatan seluruh personel yang bertugas, proses evakuasi akan dilanjutkan besok pagi," katanya.

Dua korban yang ditemukan meninggal dunia masing-masing bernama Maliya Finda (51), warga Wonokromo, Surabaya, dan Irfan Nasrul Laili (35), seorang pemandu pendakian asal Desa Wonosari, Kabupaten Bondowoso.

Operasi SAR melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Rescue Pos SAR Jember, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, BPBD Bondowoso, TNI, Polri, PMI, Brimob, APGI, Wanadri, relawan SAR, komunitas pecinta alam, hingga masyarakat setempat.

Dalam operasi tersebut, tim didukung berbagai peralatan, seperti Rescue Car Type II, perlengkapan jungle rescue, peralatan mountaineering, perangkat medis, alat komunikasi, serta drone untuk membantu pemantauan dari udara.

Tim SAR menjadwalkan kembali proses evakuasi pada Rabu pagi dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan mengingat kondisi tebing yang curam dan tingkat risiko yang tinggi.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network