Bagi Aries, FIKSI memiliki makna lebih besar dibandingkan sekadar mengejar medali atau gelar juara. Kompetisi tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk belajar membaca persoalan sekaligus mencari jalan keluar melalui kreativitas dan kewirausahaan.
Pengalaman membangun sebuah gagasan menjadi produk, menguji kelayakannya hingga mempertahankan ide di depan juri dinilai dapat menjadi bekal berharga bagi para pelajar.
Terlebih, generasi muda akan menghadapi dunia kerja dan perkembangan ekonomi yang bergerak semakin cepat. Kemampuan beradaptasi, berpikir kreatif dan memecahkan masalah menjadi kompetensi yang tidak bisa hanya diperoleh melalui pembelajaran di dalam kelas.
"Kompetensi tersebut dinilai menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan dunia kerja dan perkembangan ekonomi yang terus berubah," ujarnya.
Dalam coaching clinic tersebut, setiap tim mendapat pendampingan untuk melakukan penyempurnaan terhadap produk inovasi yang telah mereka kembangkan. Teknik menyampaikan ide juga menjadi perhatian karena kualitas sebuah karya harus mampu diterjemahkan melalui presentasi yang kuat dan mudah dipahami.
Dindik Jawa Timur turut melibatkan pembina dan pendamping sehingga masing-masing tim bisa mendapatkan evaluasi sebelum memasuki kompetisi sesungguhnya.
Masukan tersebut diharapkan mampu membantu peserta melihat kelemahan yang mungkin belum ditemukan selama proses persiapan di sekolah.
24 Tim Jatim Ditarget Tampil Maksimal di FIKSI Nasional 2026
Aries berharap 24 tim Jawa Timur di FIKSI Nasional 2026 mampu menunjukkan kemampuan terbaik. Namun, target yang dibawa tidak berhenti pada keberhasilan membawa pulang prestasi.
Menurutnya, jauh lebih penting apabila pengalaman mengikuti FIKSI mampu melahirkan pelajar yang berani menciptakan solusi, menangkap peluang usaha dan mengembangkan karya yang memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Semangat kewirausahaan sejak bangku sekolah juga diharapkan membuka cara pandang baru bagi generasi muda. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki keberanian menciptakan lapangan pekerjaan melalui inovasi yang dikembangkan.
Kini, tiket menuju panggung nasional sudah berada di tangan 24 tim asal Jawa Timur. Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa karya yang mereka bawa mampu bersaing dengan inovasi pelajar terbaik dari berbagai penjuru Indonesia.
Dengan pembinaan yang semakin intensif menjelang FIKSI Nasional 2026, Jawa Timur berharap tradisi prestasi dapat terus terjaga sekaligus memperkuat ekosistem kewirausahaan dan inovasi di kalangan pelajar.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
