SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur (Jatim) Eddy Supriyanto menyebut, motif pelemparan benda yang diduga bom molotov ke dua pos polisi di Surabaya dipicu dendam pribadi.
“Ini karena ada dendam. Yang melempar karena ditilang, akhirnya marah dan merusak. Jadi kasusnya kasus pribadi,” kata Eddy saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Minggu (16/8/2026).
Menurut Eddy, aparat kepolisian telah menangani kasus tersebut dan mengamankan satu orang yang diduga berkaitan dengan kejadian.
Ia meminta masyarakat tidak mengaitkan insiden tersebut dengan situasi keamanan Jawa Timur secara luas, termasuk dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
“Jangan ditarik-tarik karena situasi saat ini Jawa Timur aman dan kondusif,” ujarnya.
Eddy juga mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi maupun narasi yang dapat memicu keresahan.
“Kepada seluruh masyarakat Jatim, mari kita jaga Jatim dengan bergandengan tangan. Dengan rukun, insyaallah Surabaya dan Jatim aman dan kondusif,” pungkasnya.
Sebelumnya, dua pos polisi di Kota Surabaya menjadi sasaran pelemparan benda yang diduga bom molotov pada Sabtu (15/8/2026) malam. Dua lokasi tersebut yakni Pos Lantas Bundaran Waru di kawasan Cito dan Pos Lantas Margorejo di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Gayungan, Surabaya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
