Menurutnya, Muktamar Nahdlatul Ulama merupakan ajang silaturahmi sekaligus forum musyawarah yang sangat mulia.
Pemilihan figur pimpinan hendaknya didasarkan pada kualitas keulamaan, integritas, serta dedikasi dalam berkhidmat kepada umat dan bangsa, bukan karena faktor kedekatan dengan lingkaran kekuasaan.
Ia menegaskan bahwa siapapun figur yang ingin maju dalam kontestasi tersebut memiliki hak yang sama, sepanjang prosesnya berjalan secara jujur, sejuk, dan menjaga nilai-nilai khidmah Nahdlatul Ulama.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
