SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Perjalanan meraih gelar doktor menjadi babak panjang yang harus dilalui Haryono, Penasehat Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI). Di tengah kesibukannya menjalankan profesi dan berkecimpung di industri bongkar muat, ia menuntaskan pendidikan S3 setelah menjalani proses riset selama kurang lebih tiga tahun.
Wisuda tersebut terasa berbeda bagi Haryono. Jika sebelumnya ia telah beberapa kali menjalani wisuda, pendidikan doktoral menghadirkan tantangan yang jauh lebih kompleks. Bukan hanya menyelesaikan perkuliahan, ia juga dituntut menghasilkan penelitian yang memiliki unsur kebaruan serta didukung publikasi ilmiah.
“Prosesnya sebenarnya sulit. Kalau bicara wisuda, saya sudah sering wisuda, tetapi untuk S3 memang membutuhkan kesabaran dan kerja keras. Banyak tugas yang harus diselesaikan dan penelitian juga harus bersandar pada jurnal internasional,” ujar Haryono.
Penasehat APBMI Haryono meraih gelar doktor setelah tiga tahun riset. Penelitiannya mengungkap peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi perusahaan bongkar muat. Foto iNewsSurabaya.id/arif
Dalam penelitian doktoralnya, Haryono memilih perusahaan bongkar muat multipurpose di Jawa Timur sebagai objek penelitian. Riset tersebut dilakukan di sejumlah daerah yang memiliki aktivitas bongkar muat, mulai dari Gresik, Tuban, Surabaya, Probolinggo, Banyuwangi hingga Sumenep.
Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode penyebaran kuesioner kepada perusahaan yang menjadi objek penelitian. Pengalamannya selama bertahun-tahun di sektor bongkar muat turut membantu proses pengumpulan data.
Keterlibatannya dalam organisasi profesi membuat komunikasi dengan pelaku usaha menjadi lebih terbuka. Haryono juga tidak asing dengan dinamika industri karena memiliki pengalaman profesional di bidang angkutan laut, termasuk pernah menjalani profesi sebagai kapten kapal.
“Kesulitan secara teknis sebenarnya tidak terlalu ada. Saya kebetulan juga aktif di kepengurusan bongkar muat, sehingga teman-teman banyak membantu menjawab beberapa pertanyaan yang saya gunakan sebagai bahan penelitian,” katanya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
