Serasa Main Game, Begini Cara Unik Mahasiswa Baru Untag Surabaya Kenali Lingkungan Kampus

Arif Ardliyanto
Owly Quest Untag Surabaya mengubah pengenalan mahasiswa baru menjadi petualangan digital. Mahasiswa diajak menjelajah kampus, memecahkan tantangan, dan belajar lewat gamifikasi. Foto iNewsSurabaya.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pengenalan lingkungan kampus bagi mahasiswa baru Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya kini dikemas dengan cara yang berbeda. Bukan sekadar mendengarkan penjelasan atau membaca buku panduan, mahasiswa diajak menjelajahi kampus melalui permainan digital Owly Quest.

Aplikasi berbasis gamifikasi tersebut menggunakan konsep treasure hunt yang membuat proses mengenal lingkungan kampus terasa seperti sebuah petualangan. Mahasiswa baru harus mendatangi sejumlah titik koordinat, mengikuti petunjuk, menyelesaikan tantangan, hingga memperoleh penghargaan digital.

Baca Juga:

Konsep ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya menjadi penerima informasi secara pasif. Mereka dituntut berinteraksi langsung dengan lingkungan kampus sembari mengenali berbagai fasilitas dan informasi yang tersedia.

Pengembang Owly Quest, Supangat, Ph.D., ITIL., COBIT., CLA., CISA., menjelaskan bahwa aplikasi tersebut lahir dari kebutuhan menghadirkan pola pengenalan kampus yang lebih interaktif.

“Mahasiswa baru biasanya menerima informasi kampus dalam jumlah besar dalam waktu singkat. Kami ingin proses mengenal kampus tidak hanya melalui ceramah atau membaca informasi, tetapi melalui pengalaman langsung yang menyenangkan,” ungkap Supangat.

Berbeda dengan metode orientasi konvensional, Owly Quest menggabungkan unsur permainan dengan aktivitas eksplorasi. Pengguna akan memperoleh petunjuk untuk menemukan lokasi tertentu yang menjadi bagian dari permainan.

Sesampainya di lokasi, mahasiswa harus menyelesaikan tantangan yang tersedia. Setelah berhasil, mereka dapat melanjutkan perjalanan menuju titik berikutnya.

Pola tersebut membuat proses pengenalan kampus berlangsung secara aktif. Mahasiswa tidak hanya mengingat informasi yang disampaikan, tetapi memperoleh pengalaman langsung dengan mendatangi lokasi yang berkaitan dengan informasi tersebut.

Pengembangan konsep gamifikasi ini sekaligus menjadi upaya Untag Surabaya memanfaatkan teknologi digital untuk mengubah pengalaman belajar mahasiswa baru.

Owly Quest Tak Hanya untuk Orientasi Mahasiswa

Menariknya, fungsi Owly Quest tidak berhenti pada kegiatan pengenalan kampus. Platform tersebut dirancang agar dapat berkembang menjadi media eksplorasi ruang publik.

Informasi yang ditawarkan nantinya dapat mencakup berbagai tema, mulai dari kampus, sejarah kota, budaya, lingkungan, hingga keberadaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dengan konsep tersebut, sebuah perjalanan menggunakan aplikasi dapat berubah menjadi aktivitas belajar. Pengguna tidak hanya berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya, tetapi juga memperoleh informasi mengenai tempat yang mereka kunjungi.

Supangat menegaskan, pengembangan Owly Quest bukan semata-mata mengejar jumlah pengguna. Lebih dari itu, aplikasi tersebut diharapkan ikut mendorong perubahan cara belajar di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Mimpi kami sederhana tetapi besar. Suatu saat orang bisa mengenal kampus, sejarah kota, budaya, lingkungan, hingga UMKM melalui satu pengalaman digital yang menyenangkan. Belajar tidak harus selalu di dalam kelas; sebuah kota pun bisa menjadi ruang belajar,” tegas Supangat.

Teknologi Bisa Membuat Kota Menjadi Ruang Belajar

Gagasan tersebut membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Perguruan tinggi, pemerintah daerah, hingga pelaku UMKM dapat memanfaatkan konsep eksplorasi digital untuk memperkenalkan berbagai potensi di ruang publik.

Teknologi dalam konteks ini tidak hanya digunakan untuk menyajikan informasi melalui layar. Pengguna justru didorong keluar dari ruang digital untuk melihat, mengunjungi, dan berinteraksi langsung dengan lingkungan di sekitarnya.

Owly Quest pun membawa gagasan bahwa proses belajar tidak harus selalu berlangsung di ruang kelas. Kampus, jalan kota, kawasan budaya, lingkungan masyarakat, hingga sentra UMKM dapat menjadi bagian dari pengalaman pembelajaran jika dikemas secara interaktif.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network