Bukan Cuma Ngaji, 500 Santri dan Kiai di Jombang Dibekali Ilmu Kelola Keuangan

Arif Ardliyanto
Sebanyak 500 santri, kiai, dan tokoh agama di Jombang mengikuti edukasi literasi keuangan LPS. Pesantren didorong menjadi penggerak kemandirian ekonomi masyarakat. Foto iNewsSurabaya.id/ist

JOMBANG, iNewsSurabaya.id – Ratusan santri, kiai, tokoh agama, hingga pengasuh pondok pesantren di Jombang mendapat edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan. Sebanyak 500 peserta mengikuti kegiatan tersebut di tengah rangkaian Muktamar Nahdlatul Ulama.

Kegiatan bertajuk Majelis Pemberdayaan Masyarakat “Membangun Kemandirian Masyarakat Menuju Indonesia Berdaya” itu berlangsung di Aula MAN 4 Jombang. Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar menjadi tuan rumah kegiatan yang mempertemukan unsur pemerintah, pesantren, perbankan, dan masyarakat tersebut.

Kegiatan digelar oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bersama Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Fokus pembahasannya tidak hanya mengenai keuangan, tetapi juga penguatan kapasitas masyarakat melalui pendidikan, ekonomi, lingkungan, serta ketahanan pangan.


Sebanyak 500 santri, kiai, dan tokoh agama di Jombang mengikuti edukasi literasi keuangan LPS. Pesantren didorong menjadi penggerak kemandirian ekonomi masyarakat. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Majelis Pemberdayaan Masyarakat tersebut merupakan rangkaian kegiatan yang meliputi Simposium Nasional, Bahtsul Masail Inklusif, Bedah Buku, serta Ngaji Lingkungan dan Ketahanan Pangan.

Acara dibuka Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar. Dalam sambutannya, Muhaimin menilai peningkatan pengetahuan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk membangun kemandirian.

Menurut dia, pesantren mempunyai posisi strategis karena perannya tidak berhenti sebagai pusat pendidikan agama. Pesantren juga memiliki potensi untuk menjadi penggerak ekonomi dan pemberdayaan masyarakat.

“Pesantren memiliki dua sisi yang harus menjadi perhatian bersama. Di satu sisi, pesantren merupakan kekuatan besar dalam pemberdayaan masyarakat. Namun di sisi lain, kita juga tidak boleh menutup mata terhadap potensi pesantren menjadi kantong kemiskinan apabila aspek kemandirian ekonominya tidak diperkuat,” ujar Muhaimin Iskandar.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network