SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Sebanyak 3.160 mahasiswa baru Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya resmi menjadi bagian dari sivitas akademika. Memasuki dunia perkuliahan, mereka akan menghadapi pola pembelajaran yang semakin dekat dengan teknologi digital.
Rektor Untag Surabaya Dr. Harjo Seputro, S.T., M.T., mengatakan mahasiswa baru akan diperkenalkan dengan sistem pembelajaran berbasis digital. Meski demikian, metode pembelajaran konvensional tetap dipertahankan sebagai bagian dari proses belajar mengajar.
“Kita akan kenalkan sistem pembelajaran digitalisasi, meski demikian kita juga tidak meninggalkan cara manual seperti menjelaskan di papan,” kata Harjo.
Sebanyak 3.160 mahasiswa baru Untag Surabaya resmi dikukuhkan. Mereka akan diperkenalkan sistem pembelajaran digital dengan tetap mempertahankan metode manual. Foto iNewsSurabaya.id/arif
Pernyataan tersebut disampaikan Harjo setelah rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Untag Surabaya 2026 berakhir.
Didampingi Wakil Rektor I Dr. Rr. Amanda Pasca Rini, S.Psi., M.Si., Psikolog dan Wakil Rektor III Dr. Sumiati, M.M., Harjo menyebut kehadiran ribuan mahasiswa baru menjadi bagian penting dalam perjalanan Untag Surabaya.
Rangkaian PKKMB berlangsung selama empat hari dan ditutup dengan prosesi pengukuhan di Pelataran Gedung Fakultas Kedokteran Untag Surabaya.
Acara tersebut dihadiri jajaran pimpinan universitas, pimpinan fakultas, serta Ketua Pelaksana PKKMB Untag Surabaya 2026, Yusrida Muflihah, S.Kom., M.Kom.
Dalam kesempatan itu, Harjo menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan kepada Untag Surabaya sebagai tempat melanjutkan pendidikan tinggi.
Penerimaan 3.160 mahasiswa baru pada tahun akademik ini, menurutnya, menjadi capaian yang membanggakan sekaligus menunjukkan konsistensi universitas dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan.
Prosesi pengukuhan dilakukan secara simbolis terhadap sembilan perwakilan mahasiswa baru. Mereka kemudian menerima penyematan jas almamater dari masing-masing dekan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
