Festival Film Surabaya 2026 Tantang Peserta Bikin Karya Berbasis AI

Saipul Yudi
SMK Dr Soetomo (Smekdor) Surabaya menggelar Festival Film Surabaya (FFS) Nasional 2026. Festival film tersebut membuka kategori khusus film fiksi pendek berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/Al).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Festival Film Surabaya (FFS) Nasional 2026 menghadirkan kategori baru berupa film fiksi pendek berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Kompetisi yang digelar SMK Dr Soetomo (Smekdor) Surabaya ini membuka pendaftaran hingga 10 November 2026.

Memasuki penyelenggaraan ke-8, FFS Nasional 2026 membuka ruang bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum untuk berkompetisi dan mengeksplorasi pemanfaatan teknologi AI dalam produksi karya audiovisual.

Kepala SMK Dr Soetomo Surabaya Juliantono Hadi mengatakan, FFS merupakan agenda tahunan yang telah digelar sejak 2019, meski sempat terhenti pada 2020 akibat pandemi Covid-19.

Menurut dia, FFS tidak hanya menjadi kompetisi film, tetapi juga wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kreativitas dan mengenal dunia perfilman sejak bangku sekolah.

“Di Surabaya, hampir belum ada festival film yang berfokus pada dunia pendidikan. Kami mengutamakan karya siswa,” katanya, Kamis (17/9/2026).

Guru Produksi Film Smekdor Sol Amrida menjelaskan, FFS Nasional 2026 memiliki empat kategori. Antara lain, film fiksi pendek pelajar, film dokumenter pendek pelajar, film pendek mahasiswa/umum, serta film fiksi berbasis AI. Kategori AI menjadi salah satu pembaruan dalam penyelenggaraan tahun ini. “Ini merupakan festival film AI pertama di Indonesia,” ujarnya.

Sol mengatakan, pembukaan kategori tersebut merupakan respons terhadap perkembangan AI yang mulai digunakan dalam berbagai tahapan produksi karya audiovisual.

Menurut dia, dunia pendidikan perlu mengikuti perkembangan tersebut agar siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk mengembangkan karya kreatif.

Meski demikian, pembelajaran AI di jurusan perfilman Smekdor saat ini masih dalam tahap penjajakan. Pemanfaatannya lebih banyak diarahkan untuk menggali dan mengembangkan ide, sedangkan proses produksi film masih dilakukan secara manual.

“Jika menggunakan AI, siswa harus memahami istilah-istilahnya. Prompt yang dibuat juga harus jelas,” jelasnya.

FFS Nasional 2026 terbuka bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum. Peserta tidak dikenakan biaya pendaftaran. Seluruh karya yang masuk akan melalui proses kurasi sebelum dinilai oleh juri nasional.

“Pendaftaran gratis. Karya peserta akan dikurasi terlebih dahulu, kemudian dinilai oleh juri nasional,” ujar Sol.

Untuk kategori pelajar, film yang didaftarkan berdurasi 5–15 menit. Sementara kategori mahasiswa/umum memiliki durasi maksimal 25 menit. Karya yang diikutsertakan harus merupakan produksi tahun 2025 atau 2026.

Festival tahun ini mengusung tema “Berakit-rakit ke Hulu, Berlayar Menuju Layar Baru” dengan subtema “Suara Generasi, Cerita Masa Kini”. Tema tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk mengangkat cerita generasi muda sekaligus merespons perkembangan teknologi dalam industri kreatif.

FFS Nasional 2026 juga menjadi bagian dari upaya Smekdor mengembangkan program keahlian perfilman. Saat ini, jurusan tersebut memiliki 33 siswa.

Sejumlah siswa kelas XII bahkan mulai memproduksi film pendek sebagai bagian dari tugas akhir. “Mereka sudah berpikir seperti production house dan akan membuat karya sendiri,” ungkap Sol.

Selain kompetisi, rangkaian festival akan diisi seminar, lokakarya, dan diskusi perfilman. Penjurian melibatkan sineas nasional dari berbagai bidang, termasuk sutradara, editor, dan praktisi perfilman.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network