Tak Sekadar Ekstrakurikuler, KKRI SMK Di Surabaya Ini Jadi Bekal Siswa Hadapi Era Digital

Arif Ardliyanto
SMK Ketintang Surabaya resmi membuka ekstrakurikuler KKRI untuk menanamkan disiplin, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, dan cinta tanah air kepada siswa. (Foto iNewsSurabaya.id/kia).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di tengah derasnya perkembangan teknologi dan media sosial, SMK Ketintang Surabaya memilih cara berbeda untuk menanamkan rasa cinta tanah air kepada peserta didiknya. Sekolah tersebut resmi membuka ekstrakurikuler Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI).

Ekstrakurikuler KKRI menjadi wadah bagi siswa untuk tidak hanya mendapatkan pemahaman tentang wawasan kebangsaan, tetapi juga belajar kedisiplinan, tanggung jawab, serta membangun karakter melalui berbagai kegiatan bela negara.

Pembukaan ekstrakurikuler KKRI di SMK Ketintang Surabaya diikuti sekitar 50 peserta didik. Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala SMK Ketintang Surabaya Agung Nugroho, S.E., M.M., Wakil Kepala Sekolah Heffriza Ahmad, serta jajaran guru.


SMK Ketintang Surabaya resmi membuka ekstrakurikuler KKRI untuk menanamkan disiplin, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, dan cinta tanah air kepada siswa. (Foto iNewsSurabaya.id/kia).

Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Surabaya dan Sidoarjo, Dr. Kiswanto, S.Pd., M.Pd., juga hadir sekaligus meresmikan kegiatan tersebut.

Sejumlah unsur TNI Angkatan Laut turut hadir dalam pembukaan KKRI. Di antaranya Danyon Tankfib 2 Mar Letkol Mar Sri Puwungan Purusatama, Paban Teritorial Mayor Mar Imam, Pwa Teritorial Menkav 2 Mar Mayor Mar Agus Hartono, Pwa Pembina KKRI Gelombang 5 Lettu Mar Arif Dwi Santoso, serta Bintara Teritorial Serda Mar Ainur.

Agung Nugroho mengatakan, KKRI dirancang sebagai rangkaian kegiatan bela negara yang tidak hanya berorientasi pada aktivitas fisik, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai wawasan kebangsaan.

“KKRI merupakan serangkaian kegiatan bela negara yang diisi dengan pemahaman wawasan kebangsaan, nilai-nilai kedisiplinan, dan rasa tanggung jawab,” ujar Agung.

Menurutnya, keberadaan ekstrakurikuler tersebut diharapkan mampu membantu sekolah menanamkan nasionalisme sekaligus membentuk karakter peserta didik yang berintegritas.

Langkah tersebut dinilai penting seiring semakin besarnya pengaruh teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Kemudahan mengakses berbagai informasi dan budaya melalui internet membuat siswa perlu memiliki kemampuan untuk menyaring setiap informasi yang diterima.

Pembentukan ekstrakurikuler KKRI di SMK Ketintang Surabaya salah satunya dilatarbelakangi kekhawatiran terhadap dampak perkembangan teknologi terhadap generasi muda.

Penggunaan media sosial yang semakin dekat dengan kehidupan pelajar dinilai perlu diimbangi dengan penguatan karakter. Karena itu, kegiatan KKRI diharapkan menjadi salah satu sarana bagi siswa untuk belajar disiplin sekaligus memperkuat rasa nasionalisme.

Bagi peserta didik, kegiatan tersebut juga memberikan pengalaman baru. Kia, salah satu siswa yang mengikuti pembukaan ekstrakurikuler KKRI, menilai kegiatan tersebut relevan dengan kehidupan anak muda saat ini.

“Ekstra KKRI ini bagus banget buat anak zaman sekarang yang serba medsos. Lewat ekstra ini, kita enggak cuma belajar teori, tapi dilatih disiplin dan tanggung jawab supaya karakter kita makin kuat buat menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Kia.

Melalui kegiatan KKRI, siswa diharapkan mendapatkan pengalaman yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Kedisiplinan dan rasa tanggung jawab menjadi bagian penting yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut.

Selain itu, siswa diharapkan semakin percaya diri dalam menghadapi perkembangan zaman. Kemampuan menyaring informasi, memahami budaya yang datang dari luar, serta menggunakan teknologi secara bijak juga menjadi bagian dari pembentukan karakter.

Dengan dibukanya ekstrakurikuler KKRI, SMK Ketintang Surabaya berharap lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga mempunyai karakter kuat, semangat kebangsaan, serta rasa cinta tanah air.

Program tersebut sekaligus menjadi upaya sekolah mempersiapkan peserta didik menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045 dengan tetap memiliki identitas dan nilai-nilai kebangsaan.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network