BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Tradisi Petik Laut kembali digelar masyarakat pesisir Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi Selatan. Ritual turun-temurun ini menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus doa bagi keselamatan dan keberkahan para nelayan saat mencari rezeki di laut.
Salah satu prosesi yang menjadi perhatian dalam rangkaian Petik Laut yakni pemasangan pancing emas pada bibir kambing yang telah dipersiapkan sebagai bagian dari perlengkapan persembahan.
Prosesi tersebut dilakukan oleh Camat Pesanggaran Didik Eko Wahyudi bersama perwakilan Dinas Pariwisata Banyuwangi Hartono Arsyil dan Kepala Desa Sumberagung Vivin Agustin.
Tradisi Petik Laut Pancer Banyuwangi digelar dengan prosesi pancing emas pada bibir kambing. Ritual ini menjadi ungkapan syukur dan doa keselamatan nelayan. Foto iNewsSurabaya.id/siswanto
Pemasangan pancing emas berlangsung dalam suasana khidmat sebelum rangkaian larung sesaji dilakukan. Bagi masyarakat pesisir Pancer, prosesi tersebut merupakan bagian dari tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Kepala kambing yang telah dipersiapkan kemudian menjadi bagian dari perlengkapan dalam prosesi larung sesaji ke laut. Dalam kepercayaan masyarakat setempat, ritual tersebut berkaitan dengan penghormatan terhadap penguasa laut selatan.
Ketua Panitia Petik Laut, H. Jamil, mengatakan tradisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan ritual masyarakat pesisir, tetapi juga memiliki makna sebagai bentuk penghormatan terhadap alam dan ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
“Tradisi ini dimaknai sebagai bentuk penghormatan terhadap alam sekaligus ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Jamil.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
