SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Sebuah hotel di Jalan Basuki Rahmat Surabaya terus menghadirkan pengalaman yang mengangkat keberagaman budaya Indonesia kepada para tamu. Upaya tersebut diwujudkan melalui sajian kuliner khas nusantara dan penggunaan busana tradisional oleh para karyawan.
Salah satu menu lokal yang menjadi bagian dari sajian adalah soto tauto, kuliner khas Pekalongan. Hidangan berupa sup daging tersebut memiliki cita rasa khas yang berasal dari penggunaan tauco, hasil fermentasi biji kedelai yang memberikan perpaduan rasa gurih dan sedikit manis.
Selain memperkenalkan kuliner daerah, Midtown Hotel juga memiliki kebiasaan mengenakan kebaya bagi para karyawan setiap hari Senin. Penggunaan kebaya tersebut menjadi bagian dari upaya hotel dalam memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada para tamu.
Penggunaan kebaya oleh para karyawan juga menjadi bagian dari suasana pelayanan hotel yang ingin menghadirkan nuansa budaya Indonesia. Beragam model kebaya dari berbagai daerah dapat dikenakan karyawan. Sehingga keberagaman tersebut turut menjadi bagian dari pengalaman para tamu selama berada di hotel.
Marketing Communication Midtown Hotel Surabaya, Maria Larasati, mengatakan penggunaan kebaya setiap Senin tidak berkaitan dengan program promosi maupun pemberian potongan harga tertentu. Kebijakan tersebut lebih ditujukan sebagai bentuk pengenalan budaya lokal kepada tamu hotel.
“Memang tidak ada aturan kenapa harus hari Senin dan tidak hari lainnya. Kami memang menggunakan kebaya pada hari Senin,” ujar Laras, Senin (28/9/2026).
Menurutnya, kebiasaan tersebut juga sejalan dengan salah satu jargon Midtown Hotel Surabaya, yakni “Your Local Discovery”. Melalui konsep tersebut, hotel berupaya memberikan pengalaman kepada tamu untuk mengenal berbagai sisi budaya lokal dan Indonesia.
“Selain mungkin memperkenalkan juga, karena Midtown Hotel Surabaya ini salah satu jargonnya adalah Your Local Discovery. Jadi kami memperkenalkan budaya lokal kepada tamu-tamu kita,” katanya.
Pemilihan hari Senin juga menjadi momentum untuk mengawali pekan dengan memperkenalkan budaya Indonesia kepada para tamu. Para karyawan diberikan kebebasan untuk memilih kebaya yang dikenakan sesuai dengan daerah asal maupun ketertarikan mereka terhadap busana tradisional dari berbagai daerah.
“Kami tidak mewajibkan harus dari daerah sini atau daerah tertentu. Kami membebaskan karyawan untuk memakai kebaya sesuai dengan daerahnya atau mungkin mereka tertarik menggunakan kebaya dari daerah mana,” jelas Laras.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
