Industri Hotel Berubah, Pengalaman Tamu Jadi Prioritas Utama
GRESIK, iNewsSurabaya.id – Industri perhotelan terus mengalami transformasi seiring meningkatnya ekspektasi tamu. Kini, hotel tidak lagi cukup mengandalkan kualitas produk dan layanan semata, tetapi dituntut menghadirkan pengalaman yang mampu meninggalkan kesan mendalam bagi setiap tamu.
General Manager Hotel Santika Gresik, Jaelani Romli, mengatakan bahwa standar kualitas kamar, fasilitas, maupun pelayanan saat ini sudah menjadi hal mendasar dalam industri perhotelan. Namun di tengah persaingan yang semakin ketat, faktor pembeda terletak pada kemampuan menciptakan pengalaman yang berkesan.
“Quality produk dan service itu sudah menjadi basic. Tantangannya sekarang adalah bagaimana membuat tamu benar-benar terkesan selama menginap,” ujarnya, Rabu (1/4/2026).
Menurutnya, pengalaman yang berkesan menjadi pintu masuk terciptanya golden memory atau kenangan positif yang melekat di benak tamu. Ketika pengalaman menginap tidak hanya nyaman, tetapi juga menyentuh secara emosional, tamu cenderung menyimpan memori yang bertahan lama.
Dari pengalaman tersebut, lanjut Jaelani, muncul efek berantai yang sangat bernilai bagi hotel. Tamu yang puas bahkan terkesan akan dengan sukarela membagikan pengalaman positif mereka kepada keluarga, kerabat, hingga relasi bisnis.
Secara akademis, konsep customer delight tidak sekadar berarti kepuasan pelanggan. Richard L. Oliver dalam bukunya Satisfaction: A Behavioral Perspective on the Consumer menjelaskan bahwa delight merupakan respons emosional yang kuat akibat terpenuhinya kebutuhan atau keinginan secara mengejutkan dan menyenangkan (pleasant surprise).
Sementara itu, Philip Kotler dan Kevin Lane Keller dalam buku Marketing Management menyebutkan bahwa kepuasan pelanggan bergantung pada perbandingan antara harapan dan kinerja yang dirasakan. Jika kinerja melampaui harapan, pelanggan tidak hanya puas, tetapi juga dapat mengalami delight.
Editor : Arif Ardliyanto