Musim giling 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kemitraan antara SGN dan petani tebu di sekitar PG Mojo. Bagi petani, keberlanjutan penyerapan hasil panen menjadi salah satu faktor penting untuk menentukan keberlanjutan budidaya pada musim berikutnya.
Sementara bagi industri gula, keberadaan petani mitra menjadi bagian penting dalam menjaga pasokan bahan baku tebu untuk proses produksi.
Dari lahan-lahan tebu petani di Sragen, keberlanjutan budidaya diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga petani, tetapi juga ikut memperkuat pasokan bahan baku dan produksi gula nasional.
Dengan produktivitas tanaman, kualitas tebu, serta pola kemitraan yang terus diperkuat, musim giling berikutnya diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik bagi petani sekaligus mendukung upaya memperkuat industri gula nasional.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
