Menurutnya, perjalanan selama lebih dari lima dekade juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi berbagai hal yang telah dilalui. Evaluasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan menghadapi perubahan dan tantangan industri pada masa mendatang.
Peringatan HUT ke-54 Tjiwi Kimia tidak hanya diisi kegiatan internal. Setelah agenda jalan sehat, karyawan dan masyarakat mengikuti Pesta Rakyat yang melibatkan sejumlah pelaku UMKM.
Berbagai makanan dan minuman dari UMKM binaan CSR Tjiwi Kimia disediakan dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 5.000 kupon gratis dibagikan kepada peserta untuk ditukarkan dengan produk yang disediakan para pelaku usaha.
Keterlibatan UMKM membuat kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai acara perayaan ulang tahun. Para pelaku usaha mendapat kesempatan berinteraksi langsung dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan produk yang mereka hasilkan.
Ruang interaksi tersebut juga menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan perusahaan. Bagi pelaku UMKM, pertemuan langsung dengan peserta membuka kesempatan untuk memperluas jaringan dan mengenalkan produk kepada calon konsumen.
Aspek lingkungan juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-54. Tjiwi Kimia menggelar kegiatan penanaman pohon bertajuk “We Plant, We Growth, We Generate O2.”
Sejumlah tanaman kayu keras dan tanaman buah disiapkan untuk ditanam di kawasan konservasi perusahaan. Jenis pohon yang ditanam antara lain trembesi, pule, mahoni, tabebuya, alpukat, mangga dan nangka.
Penanaman tersebut berkaitan dengan upaya menjaga kondisi kawasan, termasuk konservasi tanah dan air serta mendukung keanekaragaman hayati.
Rangkaian kegiatan itu memperlihatkan bahwa peringatan usia perusahaan tidak hanya dilakukan melalui seremoni. Karyawan, masyarakat, pelaku UMKM dan lingkungan turut menjadi bagian dari kegiatan yang digelar dalam momentum tersebut.
Memasuki usia 54 tahun, perjalanan Tjiwi Kimia menjadi catatan panjang tentang bagaimana sebuah perusahaan menghadapi perubahan dari waktu ke waktu. Nilai yang diwariskan dari generasi sebelumnya menjadi bagian yang dipertahankan, sementara perubahan industri menuntut adanya penyesuaian untuk menghadapi masa depan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
