SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Ribuan burung yang diduga diselundupkan dari Vietnam ditemukan tersimpan di sebuah rumah dan gudang di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sebanyak 3.394 ekor burung berbagai jenis diamankan dalam pengungkapan kasus yang dilakukan Satgas Penyelundupan Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri.
Pengungkapan tersebut berlangsung di Desa Kepatihan, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo. Polisi menemukan ribuan burung dalam kondisi yang beragam. Dari jumlah tersebut, 3.233 ekor masih hidup, sedangkan 161 ekor lainnya ditemukan mati.
Kasus ini turut menyeret dua warga negara Vietnam berinisial LVT dan LN. Keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini dititipkan di ruang tahanan Polda Jawa Timur untuk menjalani proses hukum.
Polisi mengungkap penyelundupan 3.394 burung asal Vietnam di Sidoarjo. Dua WNA Vietnam ditetapkan tersangka, 161 burung ditemukan mati. Foto iNewsSurabaya.id/pram
Kasubdit 1 Dittipidter Bareskrim Polri Kombes Pol Setyo Kusheriatno mengatakan, burung-burung tersebut diduga masuk ke wilayah Indonesia tanpa melalui ketentuan karantina dan tidak disertai sertifikat kesehatan hewan dari negara asal.
“Dari pemeriksaan kami melakukan penyitaan terhadap 3.394 ekor burung yang berasal dari Vietnam dan tidak dilengkapi dokumen karantina serta sertifikat kesehatan dari negara asal,” kata Setyo.
Penyidik menemukan tiga jenis burung dalam pengungkapan tersebut. Jumlah terbesar adalah Poksai Hongkong atau Black-throated Laughingthrush (Pterorhinus chinensis) yang mencapai 2.834 ekor.
Berikut rincian burung asal Vietnam :
Hwamei atau Chinese Hwamei (Garrulax canorus): 444 ekor, terdiri dari 404 ekor hidup dan 40 ekor mati.
Jalak Hongkong atau Black-collared Starling (Gracupica nigricollis): 116 ekor, terdiri dari 107 ekor hidup dan 9 ekor mati.
Poksai Hongkong atau Black-throated Laughingthrush (Pterorhinus chinensis): 2.834 ekor, terdiri dari 2.722 ekor hidup dan 112 ekor mati.
Dengan demikian, total terdapat 3.394 ekor burung yang disita dalam perkara tersebut.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
