BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Antrean kendaraan yang mengular di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menjadi perhatian serius menjelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru). ASDP Indonesia Ferry (Persero) bersama Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyiapkan sejumlah langkah untuk mengurai kepadatan di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.
Mitigasi dilakukan dengan meningkatkan kapasitas fasilitas pelabuhan, menyiapkan area penampungan kendaraan hingga mempercepat pembangunan sejumlah infrastruktur pendukung. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi antrean sekaligus menjaga kelancaran arus kendaraan pada periode dengan mobilitas tinggi.
Direktur Teknik ASDP Nana Sutisna mengatakan, peningkatan kapasitas pelabuhan menjadi salah satu prioritas yang tengah dikebut. Sejumlah fasilitas ditargetkan sudah dapat difungsikan sebelum memasuki periode Nataru.
“Selain itu, pihak ASDP Ketapang menyediakan buffer zone serta peningkatan kapasitas dermaga,” ujar Nana.
Salah satu proyek yang dipercepat adalah peningkatan kapasitas Dermaga II Gilimanuk. Kapasitas dermaga tersebut akan dinaikkan dari sebelumnya 2.000 Gross Tonnage (GT) menjadi 5.000 GT.
Dermaga II Gilimanuk ditargetkan sudah dapat digunakan secara fungsional pada Desember 2026. Dengan peningkatan tersebut, kapal dengan kapasitas lebih besar diharapkan dapat dilayani sehingga kapasitas angkut kendaraan di lintasan Ketapang-Gilimanuk ikut meningkat.
Sementara itu, Dermaga V Ketapang juga mendapat peningkatan kapasitas. Dermaga yang sebelumnya menggunakan konstruksi ponton tersebut akan ditingkatkan menjadi dermaga movable bridge (MB) dengan kapasitas hingga 5.000 GT.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
