Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang datang menyaksikan jalannya tradisi Tiban. Kehadiran peserta dari Blitar dan Tulungagung turut memperlihatkan bahwa tradisi tersebut tidak hanya menarik perhatian masyarakat setempat.
Bagi panitia, keterlibatan peserta dari daerah lain menjadi salah satu tanda bahwa Tiban masih mempunyai tempat di tengah perubahan zaman.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan pola hiburan masyarakat, tradisi seperti Tiban menghadirkan bentuk pertunjukan budaya yang berakar dari kehidupan masyarakat. Interaksi langsung antara peserta dan penonton membuat kegiatan tersebut tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan masyarakat.
"Kami berharap tradisi ini dapat terus dilestarikan secara turun-temurun dengan tetap mengedepankan keselamatan peserta, nilai budaya, serta semangat kebersamaan," tutur Heru.
Kepala Desa Cluring, Drs. Suharto, mengatakan pelaksanaan Tiban menjadi salah satu cara masyarakat mempertahankan budaya warisan nenek moyang agar tidak hilang akibat perkembangan zaman.
Menurutnya, tradisi tersebut juga mempunyai potensi memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ramainya warga dan peserta dari berbagai daerah menciptakan peluang bagi pelaku usaha lokal untuk mendapatkan penghasilan.
"Kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya pelaku UMKM di Desa Cluring," kata Suharto saat ditemui iNews.id di lokasi kegiatan.
Suharto menilai kegiatan budaya seperti Tiban dapat menjadi daya tarik tersendiri. Ketika masyarakat dari luar daerah datang untuk mengikuti atau menyaksikan tradisi, aktivitas tersebut secara tidak langsung ikut menggerakkan perekonomian warga sekitar.
Pelaku UMKM memanfaatkan keramaian untuk menjajakan berbagai produk, mulai dari makanan dan minuman hingga usaha lainnya. Dengan demikian, kegiatan pelestarian budaya juga membuka ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan manfaat ekonomi.
Kehadiran peserta dari Blitar dan Tulungagung menjadi gambaran bahwa tradisi Tiban masih memiliki daya tarik di luar wilayah Banyuwangi. Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang agar Tiban semakin dikenal sebagai salah satu kekayaan budaya masyarakat setempat.
Pemerintah Desa Cluring berharap tradisi Tiban dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Pelestarian budaya tersebut diharapkan tetap berjalan dengan memperhatikan keselamatan peserta, aturan dalam pelaksanaan, nilai-nilai tradisi, serta manfaat bagi masyarakat.
Bagi warga Desa Cluring, mempertahankan Tiban bukan hanya soal menjaga sebuah pertunjukan tradisional. Lebih dari itu, tradisi tersebut menjadi cara untuk merawat warisan leluhur agar tetap hidup dan dapat dikenali generasi berikutnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
