JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Timnas Indonesia harus puas bermain imbang 0-0 melawan Thailand pada babak pertama final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (5/10/2026).
Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Indonesia mencoba mengambil kendali permainan dengan membangun serangan melalui penguasaan bola. Skuad Garuda berusaha menjaga possession sekitar 58 persen untuk membuat Thailand lebih banyak bertahan.
Meski mampu menguasai aliran bola, Indonesia masih kesulitan menciptakan peluang bersih di depan gawang Thailand. Beberapa serangan yang dibangun dari lini tengah belum mampu menghasilkan penyelesaian akhir yang maksimal.
Legenda Timnas Indonesia, Ponaryo Astaman, menilai penguasaan bola menjadi bagian penting dari strategi Skuad Garuda dalam menghadapi Thailand.
"Indonesia ingin membuat penguasaan bola sekitar 58 persen. Tapi possession itu harus diikuti dengan pergerakan pemain dan keberanian untuk masuk ke area pertahanan Thailand," kata Ponaryo Astaman.
Indonesia mendapatkan peluang melalui situasi bola mati menjelang akhir babak pertama.
Pada menit ke-44, Kevin Diks dilanggar pemain Thailand. Pelanggaran tersebut terjadi sekitar 15 meter dari kotak penalti Thailand.
Indonesia kemudian memperoleh tendangan bebas. Calvin Verdonk dipercaya mengambil eksekusi bola mati tersebut.
Verdonk melepaskan tendangan ke arah pertahanan Thailand. Namun, bola masih mampu diblok pagar pemain Thailand sehingga peluang tersebut belum menghasilkan gol.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
