Menjaga Marwah dan Kehormatan Organisasi
Sikap dan keputusan para kiai untuk tidak hadir menjadi sorotan hangat di tengah hangatnya dinamika Muktamar Nahdlatul Ulama. Menjaga kehormatan organisasi dipandang sebagai ikhtiar penting agar setiap proses pengambilan keputusan di NU tetap berlandaskan asas musyawarah, keterbukaan, dan tata kelola organisasi yang beretika.
“Demi marwah NU, kami tidak ingin terlibat dalam agenda yang dapat menimbulkan polemik dan mempertanyakan integritas proses Muktamar. NU adalah amanah besar yang harus dijaga kehormatan dan martabatnya.”
Bagi para kiai, merawat nama baik NU bukan sekadar urusan hadir atau absen dalam sebuah forum, melainkan wujud komitmen untuk memastikan seluruh proses berorganisasi berjalan dengan santun, bermartabat, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada seluruh warga Nahdliyin.
Melalui klarifikasi tertulis ini, diharapkan tidak ada lagi kesimpangsiuran informasi terkait kehadiran kedua tokoh tersebut pada agenda 8 Agustus 2026. Mengenai berbagai persepsi terkait tujuan pertemuan tersebut, keterbukaan informasi dari pihak-pihak terkait tetap diperlukan agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang jernih dan berimbang.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
