Sutradara Beautiful Pain Ungkap Realita Perempuan yang Sulit Bersuara di Tengah Ketidakadilan

Fahrezi Chandra
Screening film Beautiful Pain, angkat kisah perjuangan seorang Ibu menghadapi tekanan sosial ditengah pernikahan toksik. Foto: Goodwork

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Ketidakadilan yang dialami perempuan, terutama mereka yang terjebak dalam hubungan rumah tangga tidak sehat, menjadi sorotan dalam film Beautiful Pain. Film garapan sutradara Dmaz Brodjonegoro ini mengangkat perjuangan seorang ibu yang harus menghadapi berbagai tekanan setelah memutuskan keluar dari pernikahan toksik.

Hal tersebut disampaikan sutradara Dmaz Brodjonegoro saat ditemui dalam kegiatan screening film Beautiful Pain yang digelar di XXI Royal Plaza, Surabaya, Sabtu (10/10/2026). Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pemain, di antaranya Baim Wong dan Dimas Aditya, yang berbagi pengalaman mengenai proses produksi serta pendalaman karakter dalam film tersebut.

Dmaz mengatakan, film tersebut tidak hanya menggambarkan persoalan rumah tangga, tetapi juga memperlihatkan bagaimana perempuan kerap menghadapi ketidakadilan dan kesulitan menyuarakan pengalaman yang mereka alami.

"Cuma yang ingin dipaparkan di sini adalah banyaknya ketidakadilan yang dialami oleh perempuan. Dan mereka kurang bisa untuk speak up," ujar Dmaz saat ditemui dalam kegiatan screening film Beautiful Pain.


Sutradara Dmaz Brodjonegoro (tengah) bersama Baim Wong (kanan) dan Dimas Aditya (kiri) saat special screening film Beautiful Pain di XXI Royal Plaza Surabaya, Sabtu (10/10/2026). Foto: Fahrezi/iNewsSurabaya.id

Menurutnya, cerita dalam film ini berangkat dari perjuangan seorang perempuan, khususnya ibu tunggal, yang harus tetap bertahan di tengah berbagai persoalan kehidupan.

Melalui karakter Niken yang diperankan Raihaanun, Dmaz ingin memperlihatkan bahwa perempuan memiliki kemampuan untuk bangkit meskipun harus menghadapi situasi sulit.

"Dan sebenarnya film ini juga pengen memotivasi sebenarnya, menginspirasi untuk perempuan-perempuan yang di luar sana untuk bisa menjadi perempuan tangguh seperti Niken yang ada di film ini," katanya.

Dalam film tersebut, Niken digambarkan sebagai ibu dua anak yang memutuskan meninggalkan suaminya, Dirga, yang diperankan Baim Wong. Keputusan itu membuat kehidupannya berubah drastis setelah sebelumnya terbiasa hidup berkecukupan.

Niken harus kembali tinggal bersama ibunya, menghadapi tekanan ekonomi, hingga menerima berbagai prasangka dari lingkungan sekitar akibat status perceraiannya.

Namun, tekanan yang dihadapi Niken tidak berhenti pada persoalan ekonomi. Upayanya untuk bangkit dan menata kembali karier justru diwarnai berbagai persoalan, termasuk pelecehan, fitnah, hingga penghakiman sosial dari lingkungan sekitarnya.

Di tengah situasi tersebut, Niken juga harus memperjuangkan hak asuh kedua anaknya. Rangkaian konflik ini menggambarkan bahwa keputusan keluar dari hubungan rumah tangga yang tidak sehat tidak serta-merta mengakhiri persoalan yang dihadapi perempuan, terutama ketika mereka harus membangun kembali kehidupan secara mandiri.

Sementara itu, Baim Wong mengungkapkan bahwa tantangan dalam memerankan Dirga bukan sekadar menampilkan karakter yang memiliki sisi negatif, melainkan membuat penonton memahami latar belakang tindakan tokoh tersebut.

"Kalau di sini ya pasti cara bermain yang benar aja, yang natural udah pasti tantangannya banyak. Cuman di sini lebih menghidupkan karakter Dirganya sih," ungkap Baim.

Ia menekankan pentingnya membangun hubungan sebab akibat dalam karakter agar konflik yang ditampilkan dapat dirasakan penonton.

"Walaupun dia itu seperti itu tapi ada sebab akibat yang jelas buat penonton dan harus dirasain," tambahnya.

Di sisi lain, aktor Dimas Aditya menilai Dmaz memiliki visi penyutradaraan yang jelas sejak proses persiapan. Menurutnya, arahan tersebut membantu para pemain memahami karakter dan kebutuhan cerita.

"Aku tidak pernah memandang dia sebagai sutradara baru karena dari awal ketika workshop dia punya visi gitu. Dia tahu apa yang mau dia kerjain," kata Dimas.

Dimas menambahkan, sebagian besar konsep yang dibangun selama proses workshop dapat diterapkan saat pengambilan gambar.

Film produksi Dapur Film ini turut dibintangi Jajang C. Noer, Tarra Budiman, Nikita Mirzani, Siti Fauziah, Sha Ine Febriyanti, serta sejumlah pemain lainnya. Beautiful Pain dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 22 Oktober 2026.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network