Peringatan tersebut menegaskan bahwa tanggung jawab kader tidak berhenti setelah mendapatkan jabatan di dalam struktur partai. Mereka juga harus menjaga perilaku dan membuktikan keberpihakan kepada masyarakat melalui tindakan yang bisa dirasakan secara langsung.
Cak Ji turut mendorong kader memanfaatkan media sosial untuk menyampaikan informasi mengenai kegiatan dan pendampingan warga. Namun, publikasi tersebut harus sejalan dengan aktivitas nyata di lapangan, bukan sekadar membangun citra tanpa manfaat yang jelas bagi masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya komunikasi antara pengurus ranting dan pengurus anak cabang (PAC). Kekompakan internal perlu dibarengi dengan perluasan jaringan serta hubungan yang terjaga dengan warga di setiap wilayah.
Pesan serupa disampaikan Wakil Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Yordan M. Bataragoa, yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia menekankan pentingnya kader membangun hubungan langsung dengan masyarakat. Menurutnya, upaya memperkuat organisasi harus disertai kerja lapangan agar kader memahami kebutuhan dan aspirasi warga.
“Pada intinya, kalau mau menang, kita harus turun ke bawah, harus mendekati masyarakat,” ujar Yordan.
Ia juga menyoroti perkembangan media sosial yang semakin penting dalam komunikasi politik. Platform digital dinilai dapat memperluas jangkauan informasi mengenai kegiatan partai, tetapi kedekatan langsung dengan masyarakat tetap menjadi hal yang tidak boleh diabaikan.
Dengan demikian, komunikasi digital dan aktivitas lapangan perlu berjalan beriringan. Kader tidak hanya dituntut menyampaikan pesan melalui media sosial, tetapi juga memastikan keberadaan mereka benar-benar dirasakan warga.
Sementara itu, Musran PDIP Surabaya Dapil 3 dipimpin Sekretaris DPC PDIP Surabaya yang juga Ketua DPRD Surabaya, Saifuddin Zuhri. Politisi yang akrab disapa Ipuk tersebut mengingatkan bahwa ranting merupakan salah satu titik awal perjalanan kader dalam organisasi.
Menurutnya, proses berorganisasi berlangsung secara bertahap, mulai dari tingkat ranting, cabang, hingga pusat. Setiap tahapan menjadi bagian dari pembentukan karakter, loyalitas, dan pemahaman kader terhadap perjuangan partai.
“Musyawarah ranting selalu menjadi awal perjuangan para kader dalam berproses. Dari ranting hingga ke cabang, bahkan paling tinggi sampai ke pusat. Itulah namanya proses,” tegas Ipuk.
Ia menilai perjalanan tersebut harus membentuk kader yang militan sekaligus memahami pentingnya menjaga hubungan dengan masyarakat. Loyalitas kepada organisasi perlu diwujudkan melalui keberpihakan terhadap kepentingan warga.
“Rakyat tahu mana yang selalu ada untuk mendampingi, memperjuangkan, dan membela haknya,” tegasnya.
Musran PDIP Surabaya Dapil 3 turut dihadiri Bendahara DPC PDIP Surabaya, Agatha Retnosari. Kegiatan ini menjadi bagian dari konsolidasi untuk memperkuat struktur organisasi hingga tingkat ranting.
Pesan yang disampaikan para pimpinan partai dalam forum tersebut menempatkan kedekatan dengan masyarakat sebagai perhatian utama. Bagi kader di tingkat paling bawah, kepercayaan publik tidak cukup dibangun melalui keanggotaan maupun jabatan organisasi, tetapi harus dijaga lewat kepedulian, pendampingan, dan kerja nyata secara berkelanjutan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
