BAZNAS Jatim Salurkan Bantuan Tunai hingga Bedah Rumah
Selain bantuan kacamata, BAZNAS Jatim juga menyalurkan sejumlah bantuan sosial untuk masyarakat yang membutuhkan. Sebanyak 438 mustahik menerima bantuan tunai dengan total nilai Rp262 juta.
Bantuan lainnya berupa program bedah rumah bagi 15 mustahik senilai Rp300 juta serta Beasiswa Satu Keluarga Satu Sarjana (SKSS) untuk mendukung akses pendidikan tinggi.
Di bidang ekonomi, BAZNAS Jatim menyiapkan 81 unit rombong usaha bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan nilai total Rp283 juta. Dalam kegiatan tersebut, penyerahan bantuan rombong dilakukan secara simbolis kepada 10 penerima.
Khofifah berharap dukungan peralatan dan modal usaha dapat membantu masyarakat meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi keluarga.
“Ini merupakan bagian dari kolaborasi Pemprov Jatim dengan BAZNAS Jatim di bidang ekonomi, melalui program pemberian rombong dan modal usaha. Semoga manfaat barokah,” tuturnya.
Ia juga meminta perangkat daerah (PD) dan badan layanan umum daerah (BLUD) ikut mengidentifikasi warga yang membutuhkan bantuan. Sasaran yang perlu diperhatikan antara lain petugas loket dan tenaga kebersihan yang memiliki keterbatasan ekonomi.
Menurut Khofifah, masyarakat yang membutuhkan dapat diarahkan untuk memperoleh bantuan sesuai kondisi masing-masing, mulai dari perbaikan rumah tidak layak huni, dukungan biaya pendidikan melalui program SKSS, hingga bantuan peralatan untuk mengembangkan usaha mikro.
Pemeriksaan Mata Dilakukan Sebelum Kacamata Dibagikan
Ketua BAZNAS Jawa Timur M. Ghofirin menjelaskan, bantuan kacamata diberikan melalui proses pemeriksaan mata terlebih dahulu. Para penerima juga diberi kesempatan memilih bingkai sesuai selera sebelum kacamata diproses.
Kacamata yang telah selesai dibuat akan didistribusikan kepada penerima melalui sekolah masing-masing. Sementara itu, penerima yang baru menjalani pemeriksaan harus menunggu proses pembuatan yang diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua minggu.
Pelaksanaan program ini melibatkan Rumah Sakit Mata Masyarakat Jawa Timur dan RSUD Dr. Soetomo untuk mendukung pemeriksaan serta pemenuhan kebutuhan kacamata.
“Guru itu kita kenal kesejahteraannya beda dengan profesi selain guru, maka ada istilah pahlawan tanpa tanda jasa. Itulah alasan kenapa kami dari BAZNAS memberi perhatian dengan memberikan kacamata standar optik kepada guru bukan kacamata yang biasa,” ungkap Ghofirin.
Ia berharap bantuan tersebut dapat menunjang aktivitas para guru ketika menjalankan tugas mengajar. Kesehatan mata dinilai menjadi salah satu kebutuhan penting agar pendidik dapat melaksanakan kegiatan pembelajaran secara optimal.
Pedagang Tempe Ikut Merasakan Manfaat Bantuan
Manfaat program pemberdayaan ekonomi juga dirasakan Diah, pedagang tempe yang berjualan di kawasan Bandar Gresik. Ia mengaku senang mendapatkan bantuan rombong yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan berdagang.
Diah berharap bantuan tersebut membuat aktivitas jualannya semakin lancar sehingga bisa membantu memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
“Alhamdulillah, seneng. Harapannya, mudah-mudahan kulo saged lancar dagangane, mengubah nasib ngunu loh,” ucapnya.
Khofifah menegaskan, perhatian terhadap kesejahteraan masyarakat perlu dilakukan melalui berbagai jalur yang saling mendukung. Menurutnya, para guru yang mendidik anak sejak usia dini, termasuk dalam penanaman nilai moral dan keagamaan, juga perlu mendapatkan perhatian terhadap kebutuhan mereka.
Ia turut mengajak masyarakat yang telah memenuhi ketentuan wajib zakat agar menunaikan kewajibannya dan tidak melupakan hak para mustahik dalam harta yang dimiliki.
“Kalau kita tidak saling mengingatkan dan diingatkan tentang kewajiban zakat, infak, dan sedekah, saya khawatir kita lupa karena masing-masing memiliki kesibukan yang luar biasa,” tutur Khofifah.
Luncurkan HaloBAZNAS Jatim
Dalam kesempatan yang sama, Khofifah meluncurkan aplikasi HaloBAZNAS Jatim dengan didampingi pimpinan BAZNAS RI dan Ketua BAZNAS Jawa Timur M. Ghofirin.
Aplikasi tersebut diharapkan mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan zakat, infak, dan sedekah melalui dukungan ekosistem digital. Pemanfaatan teknologi juga menjadi salah satu upaya untuk memperluas kemudahan layanan bagi masyarakat.
Selain peluncuran aplikasi, kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara BAZNAS Provinsi Jawa Timur dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk, BPJS Ketenagakerjaan, dan BPJS Kesehatan.
Rangkaian kegiatan ini mempertemukan berbagai program sosial, mulai dari bantuan kesehatan bagi guru, dukungan pendidikan, hingga pemberdayaan usaha mikro. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan bantuan bagi masyarakat Jawa Timur yang membutuhkan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
