Belanja dengan Cicilan Digital, Risiko Tagihan dan Keterlambatan Perlu Diwaspadai

Arif Ardliyanto
PRJ 2026 di Surabaya menampilkan perkembangan transaksi pembayaran digital. Literasi keuangan dan risiko penggunaan layanan cicilan menjadi perhatian masyarakat. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Di tengah berkembangnya transaksi berbasis cicilan, pemahaman masyarakat mengenai kewajiban pembayaran menjadi hal penting. Kemudahan memperoleh pembiayaan tidak serta-merta menghilangkan risiko apabila pengguna tidak memperhitungkan kemampuan finansialnya.

Iwan menekankan pentingnya penggunaan layanan pembiayaan secara bertanggung jawab dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi keuangan masing-masing pengguna.

“Kami berharap kehadiran ini dapat memberikan nilai tambah bagi pengunjung sekaligus memperkenalkan pemanfaatan layanan Indodana PayLater secara bijak sesuai dengan kebutuhan dan tingkat kemampuan finansialnya,” ujarnya.

Penggunaan layanan BNPL perlu disertai pemahaman mengenai jumlah tagihan, jadwal pembayaran, biaya yang berlaku, serta konsekuensi keterlambatan. Masyarakat juga perlu memastikan cicilan tidak mengganggu pemenuhan kebutuhan pokok maupun kewajiban keuangan lainnya.

PRJ 2026 dijadwalkan berlangsung hingga 18 Oktober. Selain menghadirkan beragam produk dan aktivitas hiburan, pameran ini menjadi gambaran perubahan perilaku transaksi masyarakat seiring berkembangnya layanan pembayaran digital. Literasi keuangan menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan agar pemanfaatan teknologi pembayaran tetap sejalan dengan kemampuan ekonomi pengguna.

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network