Cuma dalam Sebulan, Penjualan Naik 60 Persen, Begini Cara Bisnis Kecantikan di Malang

Arif Ardliyanto
Brand kecantikan asal Malang, Queensi, mengklaim penjualan naik 60 persen setelah memakai agen AI WhatsApp untuk melayani pelanggan. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

MALANG, iNewsSurabaya.id – Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah cara pelaku usaha melayani pelanggan. Di Malang, sebuah bisnis kecantikan dan wellness mencatat peningkatan penjualan hingga 60 persen setelah memanfaatkan agen AI untuk menangani percakapan pelanggan melalui WhatsApp.

Bisnis tersebut adalah Queensi, brand kecantikan yang mengandalkan WhatsApp Business sebagai salah satu saluran utama penjualan. Perusahaan ini mengklaim sekitar 85 persen transaksi penjualannya berasal dari aplikasi pesan tersebut.

Didirikan Mega Putra Md pada 2020, Queensi bermula dari usaha kecil yang melihat peluang pasar suplemen kecantikan secara daring. Seiring meningkatnya permintaan, bisnis tersebut berkembang hingga memiliki enam brand suplemen kecantikan.

Perkembangan itu membawa tantangan baru. Semakin banyak calon pembeli yang menghubungi bisnis untuk menanyakan kandungan, pilihan produk, hingga rekomendasi sebelum memutuskan transaksi.

Bagi produk yang membutuhkan penjelasan lebih lanjut, kecepatan merespons pertanyaan menjadi salah satu faktor penting dalam proses penjualan. Namun, melayani seluruh percakapan secara personal membutuhkan waktu dan tenaga, terutama ketika jumlah pelanggan terus bertambah.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Queensi mulai memanfaatkan Meta Business Agent di WhatsApp. Teknologi berbasis AI ini membantu menjawab pertanyaan umum pelanggan serta memberikan rekomendasi produk berdasarkan informasi bisnis yang tersedia.

Agen AI tersebut juga dapat memanfaatkan pengetahuan dari percakapan pelanggan sebelumnya. Sementara itu, pertanyaan yang membutuhkan konsultasi lebih personal tetap dapat diteruskan kepada tim layanan pelanggan.

Dengan pembagian tugas tersebut, tim Queensi dapat memusatkan perhatian pada interaksi yang membutuhkan keterlibatan manusia, tanpa harus menangani setiap pertanyaan rutin satu per satu.

Dampaknya terlihat dalam satu bulan penggunaan. Menurut perusahaan, jumlah percakapan pelanggan yang dapat ditangani meningkat lebih dari 250 persen tanpa penambahan personel. Pada periode yang sama, penjualan dilaporkan naik hingga 60 persen.

“Dengan Meta Business Agent, kini kami dapat menangani 250% lebih banyak percakapan untuk Queensi, tanpa menambah tim atau mengurangi kualitas interaksi. Business Agent juga membantu kami meningkatkan penjualan hingga 60%, dengan mendorong pelanggan beralih memilih paket yang lebih tinggi,” kata Mega Putra Md, Founder dan CEO Sastro Group.

Bagi Queensi, penggunaan AI bukan sekadar upaya mempercepat layanan pelanggan. Teknologi tersebut juga dimanfaatkan untuk menjaga komunikasi dengan calon pembeli yang datang melalui iklan di Instagram dan Facebook, kemudian melanjutkan pertanyaan mereka melalui WhatsApp.

Meta Business Agent dirancang untuk membantu bisnis menjawab pertanyaan terkait produk dan layanan, memberikan rekomendasi berdasarkan katalog, mengenali calon pelanggan potensial, serta mendukung proses penjualan. Bisnis juga dapat menentukan kapan percakapan perlu dialihkan kepada petugas manusia.

Model layanan ini memberi peluang bagi usaha kecil dan menengah untuk menangani lebih banyak pelanggan tanpa harus langsung memperbesar tim layanan pelanggan.

Mega mengatakan, kehadiran AI membantu bisnis tetap merespons pelanggan sepanjang waktu, sedangkan tim manusia dapat lebih fokus membangun hubungan dan kepercayaan.

“AI membantu kami tetap tersedia 24/7, sementara tim kami dapat fokus pada hal yang paling penting, yakni membangun kepercayaan dengan pelanggan,” ujarnya.

Pengalaman Queensi memperlihatkan bagaimana aplikasi pesan berkembang dari sekadar sarana komunikasi menjadi bagian penting dari strategi penjualan bisnis digital. Bagi UMKM yang memiliki keterbatasan sumber daya, penggunaan AI berpotensi membantu mengelola lonjakan pertanyaan sekaligus menjaga kualitas pelayanan.

Meski demikian, teknologi tetap perlu didukung informasi produk yang akurat dan keterlibatan manusia untuk menangani kebutuhan pelanggan yang lebih kompleks. Perpaduan keduanya menjadi salah satu pendekatan yang ditempuh Queensi dalam mengembangkan bisnis kecantikan yang kini memiliki enam brand tersebut.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network