Ia menambahkan, penyediaan LPG di gerai koperasi perlu dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku agar penyalurannya dapat mendukung kebutuhan energi masyarakat sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi di tingkat desa dan kelurahan.
“Kami juga terus mendorong agar penyediaan LPG 3 kg di gerai koperasi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Selain memantau operasional gerai KDKMP, kegiatan di Blitar dan Bojonegoro juga diisi dengan penyerahan bantuan sosial berupa 500 paket sembako bagi masyarakat di kedua wilayah tersebut.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian sosial melalui kolaborasi antara pemerintah dan Pertamina. Namun, keberlanjutan layanan koperasi tetap membutuhkan kesiapan operasional serta kepastian ketersediaan LPG agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Peninjauan di Blitar turut dihadiri Direktur Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan RI, dr. Elvieda Sariwati, M.Epid., Direktur Produksi dan Distribusi Farmasi, Dita Novianti S.A., S.Si., Apt., MM., jajaran Pemerintah Kota Blitar, serta perwakilan Pertamina Patra Niaga.
Adapun rombongan yang meninjau gerai di Bojonegoro melibatkan perwakilan Kementerian PAN-RB, pemerintah daerah setempat, serta jajaran Pertamina Patra Niaga.
Melalui pengembangan jaringan gerai KDKMP, penyaluran LPG 3 kg diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat. Meski demikian, pelaksanaannya tetap harus mengikuti aturan distribusi LPG bersubsidi agar pasokan dapat dimanfaatkan oleh kelompok masyarakat yang berhak.
Perluasan akses ini sekaligus menempatkan koperasi desa dan kelurahan sebagai salah satu alternatif titik layanan kebutuhan pokok, dengan ketersediaan stok dan kepatuhan terhadap ketentuan distribusi menjadi faktor penting dalam operasionalnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
