SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di Bali menjadi peringatan bagi Kota Surabaya. Masyarakat Kota Pahlawan diminta mulai menghemat konsumsi BBM dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi untuk mengantisipasi kemungkinan terganggunya pasokan energi.
Anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya, Aldy Blaviandy, mengimbau masyarakat lebih bijak menggunakan BBM. Salah satu langkah yang dinilai bisa dilakukan sejak sekarang adalah memaksimalkan transportasi umum yang telah disediakan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Menurut Aldy, situasi di Bali menjadi pengingat bahwa ketersediaan BBM perlu menjadi perhatian bersama. Meski pasokan di Surabaya masih relatif aman, masyarakat tidak seharusnya mengabaikan potensi gangguan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Dia menilai, kebiasaan menggunakan kendaraan pribadi untuk perjalanan jarak dekat perlu mulai dikurangi. Terlebih, Surabaya telah memiliki sejumlah pilihan transportasi umum yang dapat dimanfaatkan untuk menunjang mobilitas harian.
“Kesadaran bahwa adanya fasilitas kendaraan umum yang ada di pemerintah kota ini harus bisa dimaksimalkan,” kata Aldy.
Aldy mencontohkan layanan Wira-Wiri dan Suroboyo Bus yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk perjalanan dari rumah menuju kantor maupun sekolah. Penggunaan transportasi umum dinilai menjadi salah satu cara sederhana untuk menekan konsumsi BBM sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.
Dia juga mengingatkan warga agar tidak menggunakan kendaraan hanya untuk perjalanan yang tidak memiliki tujuan penting. Kebiasaan berkeliling kota tanpa keperluan, menurutnya, justru membuat pemakaian BBM menjadi tidak efisien.
“Jangan hanya karena, oh, aku tak pakai muter-muter Surabaya tok, untuk ngukur jalan. Itu kan juga enggak bijak,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
