Syarikat Islam Siapkan Empat Gerakan Ekonomi untuk Perkuat Kemandirian Bangsa

Lukman Hakim
Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Hamdan Zoelva (kiri). (Foto : Lukman Hakim).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Syarikat Islam berkomitmen membangkitkan kembali semangat kemandirian dan kedaulatan ekonomi untuk mewujudkan kemerdekaan sejati. 

Organisasi yang memiliki peran historis dalam pergerakan kemerdekaan Indonesia ini menilai, kemerdekaan politik belum sepenuhnya diikuti kemandirian ekonomi.

Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Hamdan Zoelva, menyampaikan hal tersebut dalam Kongres Nasional atau Majelis Tahkim ke-42 di Jatim Expo Surabaya, Minggu (18/10/2026).

Hamdan mengatakan, Surabaya menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat perjuangan Sarekat Islam yang dahulu menjadi salah satu motor penggerak pergerakan nasional.

Menurut dia, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mewujudkan kemandirian ekonomi. Ketergantungan terhadap produk impor menjadi salah satu persoalan yang perlu diselesaikan agar masyarakat semakin mandiri.

“ Kita baru merdeka secara politik dari penjajahan Belanda, tapi kita belum memiliki kemerdekaan ekonomi,” ujar Hamdan.

Ia menegaskan, kemerdekaan sejati sejalan dengan konsep Trisakti yang dicetuskan Soekarno, yakni berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan. Soekarno sendiri merupakan salah satu kader Sarekat Islam.

Hamdan menyebut, selama sepuluh tahun kepemimpinannya, Syarikat Islam mulai membenahi organisasi dan menumbuhkan kembali semangat gerakan. Ia berharap, setelah kongres di Surabaya, organisasi tersebut dapat memperluas kiprahnya melalui gerakan yang lebih masif.

Untuk memperkuat kemandirian ekonomi, Syarikat Islam mendorong empat bidang utama. Pertama, menggerakkan koperasi sebagai sarana penguatan ekonomi masyarakat. Kedua, mengembangkan ekonomi syariah.

Ketiga, mengelola zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) secara profesional agar memberikan manfaat nyata bagi umat dan perekonomian bangsa. Keempat, mengembangkan ekonomi ekologis, yakni kegiatan ekonomi yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

Hamdan menilai, pengelolaan ZISWAF tidak cukup hanya dipandang sebagai kegiatan ibadah, tetapi juga perlu dioptimalkan agar memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Selain mendorong kemandirian ekonomi, Hamdan menegaskan Syarikat Islam tetap menjadi organisasi sosial keagamaan yang independen dan tidak berafiliasi dengan partai politik mana pun.

Menurut dia, organisasi membuka ruang bagi berbagai tokoh dengan latar belakang politik berbeda untuk bersama-sama berkontribusi membangun bangsa. Perbedaan pilihan politik tidak seharusnya menjadi penghalang untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Kita berkhidmat di sini, bersama-sama di sini, hilangkan perbedaan politik, tapi kita membangun bangsa dan negara,” tegasnya.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan yang turut hadir dalam acara ini mengatakan, agenda kemandirian ekonomi Syarikat Islam sejalan dengan upaya pemerintah mendorong swasembada pangan dan memperkuat ekonomi kerakyatan. 

“Swasembada bukan semata persoalan produksi, melainkan juga menyangkut kehormatan bangsa dan kesejahteraan produsen pangan dalam negeri,” katanya. 

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network