Pemerintah juga menyelenggarakan business matching minimal lima kali, termasuk secara daring. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan dan potensi usaha dari kedua provinsi dapat dipertemukan secara lebih terarah.
”Ke depan, kami berharap misi dagang dan investasi ini menjadi pintu masuk bagi kemitraan bisnis yang lebih luas, tidak hanya melalui transaksi saat kegiatan berlangsung, tetapi juga lewat kerja sama berkelanjutan antara pelaku usaha kedua daerah,” ungkapnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
