SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Upaya mewujudkan kampus yang ramah bagi penyandang disabilitas terus dilakukan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Salah satu langkah yang ditempuh perguruan tinggi ini adalah membekali tenaga kependidikan dengan keterampilan bahasa isyarat agar pelayanan kepada penyandang tuli semakin mudah diakses.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan pendidikan tinggi yang inklusif. Tidak hanya meningkatkan kemampuan komunikasi petugas kampus, kegiatan ini juga mendorong tumbuhnya empati serta pemahaman terhadap kebutuhan penyandang disabilitas dalam memperoleh layanan pendidikan.
Inisiatif tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menjamin hak penyandang disabilitas untuk mendapatkan pendidikan secara setara, termasuk di perguruan tinggi.
Ketua Pusat Layanan Disabilitas (PLD) Untag Surabaya, Muchamad Rizqi, S.I.Kom., M.Med.Kom., mengatakan pelatihan bahasa isyarat dirancang sebagai program berkelanjutan. Tingginya minat peserta pada pelaksanaan perdana menjadi dorongan untuk memperluas sasaran kegiatan.
“Pada kesempatan awal ini, kami membuka dua sesi dengan jumlah peserta terbatas. Namun, ternyata minat dari teman-teman sangat tinggi. Karena itu, ke depan kami akan kembali membuka kelas, tidak hanya bagi tenaga kependidikan, tetapi juga dosen dan mahasiswa,” ujarnya.
Menurut Rizqi, keterampilan bahasa isyarat dapat membantu tenaga kependidikan berkomunikasi secara lebih efektif ketika melayani penyandang tuli. Dengan kemampuan tersebut, hambatan komunikasi di lingkungan kampus diharapkan dapat dikurangi sehingga mahasiswa maupun pengunjung penyandang disabilitas bisa memperoleh pelayanan sesuai kebutuhannya.
Pengembangan kemampuan sumber daya manusia ini menjadi salah satu aspek penting dalam membangun kampus inklusif. Sebab, aksesibilitas pendidikan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan fasilitas fisik, tetapi juga kemampuan lingkungan kampus dalam memberikan pelayanan yang setara bagi setiap individu.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
