SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Penampilan gemilang Keyvara Malayeka mengantarkan SDN Manukan Kulon meraih gelar juara MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 1 2026-2027 kelompok umur (KU) 10 tahun putri. Pemain bernomor punggung 7 itu mencetak dua gol sekaligus membawa timnya mengalahkan SDN Dr Soetomo V/327 dengan skor akhir 3-1.
Pertandingan final yang berlangsung di Stadion Brawijaya Surabaya, Minggu (1/11/2026), berjalan sengit. Kedua tim tampil penuh semangat untuk memperebutkan gelar juara kompetisi sepak bola putri usia dini tersebut.
Keyvara Malayeka menjadi sosok penting di balik kemenangan SDN Manukan Kulon. Mengenakan nomor punggung 7, dia tidak hanya tajam dalam membangun serangan, tetapi juga tampil disiplin membantu pertahanan. Beberapa kali Keyvara terlihat sigap menghalau bola dan memutus upaya serangan lawan.
Kontribusinya semakin lengkap setelah berhasil mencetak dua gol ke gawang SDN Dr Soetomo V/327. Dua gol tersebut menjadi modal penting bagi SDN Manukan Kulon untuk mengendalikan jalannya pertandingan final.
Keunggulan SDN Manukan Kulon semakin kokoh setelah Anasya Apralia yang mengenakan nomor punggung 6 turut menyumbangkan satu gol. Tambahan gol tersebut memastikan kemenangan 3-1 sekaligus mengunci gelar juara KU-10 putri MLSC Surabaya Seri 1 2026-2027.
Sementara itu, pada kelompok umur 12 tahun, SDN Kalirungkut I/264 berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan SDN Dr Soetomo V/327 dengan skor 2-1 dalam pertandingan perebutan posisi pertama.
Head Coach MLSC Extra Training Surabaya, Sai Dong, mengatakan kompetisi ini telah melahirkan sejumlah pemain muda dengan kemampuan yang semakin menonjol. Menurutnya, kualitas peserta pada penyelenggaraan seri kali ini menunjukkan perkembangan positif.
Dia juga mengungkapkan, enam pemain asal Surabaya jebolan MLSC mendapatkan kesempatan memperkuat tim dalam ajang Singa Cup 2026.
“Saya bersyukur ada enam peserta dari Surabaya jebolan MLSC berlaga di Singa Cup 2026. Saya melihat potensi pemain muda lebih menonjol di seri tahun ini,” kata Sai Dong kepada wartawan.
Sai Dong menilai MLSC dapat menjadi salah satu tolok ukur perkembangan sepak bola putri di Indonesia. Kompetisi berjenjang seperti ini dinilai penting untuk menemukan bibit atlet potensial sejak usia dini.
“Ini bukti bahwa Surabaya punya potensi besar untuk atlet sepak bola putri dan mereka akan masuk training untuk dipersiapkan lebih baik lagi. Itu harus kami syukuri,” ujarnya.
Sementara itu, Pelatih Kepala SDN Kalirungkut I/264, Rico Rochmad Kurniawan, mengaku bangga timnya mampu menjadi yang terbaik di kelompok umur 12 tahun. Dia menyebut perjalanan menuju final tidak mudah karena harus menghadapi sejumlah lawan tangguh sejak babak penyisihan.
“Sebenarnya lawan-lawan kami sejak babak penyisihan juga berat ya, salah satunya tim juara tahun kemarin. Saya bersyukur diberi kemenangan sampai hari ini,” jelas Rico.
Di sisi lain, Agnia Nurul Fadhila Rohman yang meraih penghargaan pencetak gol terbanyak mengaku keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja keras dan kekompakan tim. Dia menyebut pertandingan final berlangsung sulit karena menghadapi penjaga gawang lawan yang tampil cukup baik.
“Pertandingan hari ini sangat sulit, kiper lawan bagus. Saya bilang sama tim untuk terus semangat dan fokus. Terima kasih karena tidak pantang menyerah di lapangan,” ungkap Agnia.
Keberhasilan SDN Manukan Kulon dan SDN Kalirungkut I/264 menjadi juara memperlihatkan besarnya potensi sepak bola putri usia dini di Surabaya. Munculnya pemain seperti Keyvara Malayeka dan Anasya Apralia juga menjadi sinyal positif bagi pembinaan pesepak bola putri di Kota Pahlawan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
