SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Sebanyak 47 tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengikuti PLN Innovation and Competition in Electricity (PLN ICE) 2026.
Ajang kompetisi kendaraan listrik dan inovasi teknologi ketenagalistrikan ini resmi dibuka di Sirkuit Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
PLN ICE 2026 menghadirkan 41 tim balap, enam tim startup dari 19 kampus. Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, serta kemampuan merancang teknologi kendaraan listrik. Kompetisi ini sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi nasional.
Tahun ini, PLN ICE menghadirkan empat kompetisi utama, yakni Drag EV, Gokart EV, Micro Rally EV, dan Startup Competition.
Kompetisi Drag EV digelar di Kenjeran Park, sementara Gokart EV berlangsung di Sirkuit ITS. Adapun Micro Rally EV menggunakan lintasan di kawasan ITS dan sekitarnya. Sementara Startup Competition dijadwalkan berlangsung di Hotel Santika Gubeng pada 8 November 2026.
General Manager PT PLN (Persero) Pusat Penelitian dan Pengembangan, Mohammad Saleh, mengatakan PLN ICE tidak sekadar menjadi ajang perlombaan kendaraan listrik. Kompetisi ini dirancang untuk mendorong mahasiswa menghasilkan karya inovatif sekaligus memperkuat kemandirian teknologi Indonesia.
“Tujuan utama kami menyelenggarakan PLN ICE adalah mendorong kreativitas, inovasi, kapabilitas, kompetensi, dan tentu saja kemandirian teknologi. Ini menjadi sarana untuk belajar dan berinovasi,” kata Saleh saat opening ceremony PLN ICE di Sirkuit ITS, Jumat (6/11/2026).
Menurut dia, kompetisi tersebut memberikan kesempatan kepada mahasiswa mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di perguruan tinggi menjadi karya nyata. Mulai dari kendaraan listrik hingga inovasi startup di bidang ketenagalistrikan.
Saleh mengapresiasi para peserta yang mampu menyelesaikan pengembangan kendaraan listrik dalam waktu sekitar 2,5 bulan setelah peluncuran kegiatan. Karya tersebut dinilai menjadi bukti kemampuan mahasiswa mengembangkan teknologi dengan sumber daya yang terbatas.
Dia berharap kompetisi ini dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat transisi energi Indonesia, terutama melalui pengembangan kendaraan listrik yang lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.
“Ke depan, masa depan kita adalah kendaraan listrik, kendaraan yang bersih. Kita akan melakukan transisi energi dari sebelumnya menggunakan energi fosil yang mengemisikan karbon dioksida dan menyebabkan polusi menuju energi yang lebih bersih,” ujarnya.
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD, menyambut positif penyelenggaraan PLN ICE 2026 di kampusnya. Menurut dia, kompetisi ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi sekaligus menerapkan ilmu yang diperoleh di ruang kelas.
“Ini bukan sekadar lomba, tetapi wadah bagi mahasiswa untuk berinovasi, berkreasi, dan mengimplementasikan apa yang mereka pelajari di kelas agar bisa digunakan di lapangan,” kata Bambang.
Dia berharap PLN ICE ke depan berkembang menjadi kompetisi nasional yang semakin besar dengan melibatkan lebih banyak perguruan tinggi. Selain peserta lomba, mahasiswa yang terlibat sebagai panitia juga mendapatkan pengalaman dalam mengelola kegiatan berskala besar.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
