IPM Jatim 76,84, Rata-Rata Pendidikan Warga Masih Setara Kelas II SMP

Lukman Hakim
IPM Jatim mengalami kenaikan. Namun, rata-rata lama sekolah warga baru 8,43 tahun. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Jatim terus menunjukkan tren peningkatan. Namun, di balik capaian 76,84 pada 2026, terdapat pekerjaan rumah di sektor pendidikan. Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas baru mencapai 8,43 tahun, setara pendidikan kelas II SMP.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim menunjukkan, IPM Jatim meningkat rata-rata 0,93 persen per tahun selama periode 2022–2026. Angkanya naik dari 74,05 pada 2022 menjadi 76,84 pada 2026. Meski demikian, peningkatan tersebut belum sepenuhnya diikuti capaian pendidikan yang tinggi.

RLS pada 2026 tercatat hanya meningkat 0,04 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan, selama periode 2022–2026, indikator ini bertambah 0,40 tahun atau rata-rata 0,10 tahun per tahun.

Kondisi tersebut menjadi sorotan karena RLS menggambarkan rata-rata jumlah tahun pendidikan formal yang telah ditempuh penduduk berusia 25 tahun ke atas. Dengan capaian 8,43 tahun, rata-rata pendidikan masyarakat Jatim masih belum mencapai jenjang SMA.

Di sisi lain, Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk usia tujuh tahun ke atas sudah mencapai 13,45 tahun pada 2026. Angka ini menunjukkan anak-anak yang mulai bersekolah diperkirakan memiliki kesempatan menempuh pendidikan hingga sekitar perguruan tinggi tahun pertama.

Namun, terdapat jarak sekitar lima tahun antara HLS dan RLS. Kesenjangan tersebut memperlihatkan bahwa harapan pendidikan generasi muda belum sepenuhnya tercermin dalam rata-rata pendidikan yang telah ditempuh penduduk dewasa.

Selain pendidikan, indikator kesehatan dan standar hidup juga mengalami peningkatan. Umur Harapan Hidup (UHH) saat lahir mencapai 75,57 tahun, naik 0,21 tahun dibandingkan tahun sebelumnya. Selama 2022–2026, UHH meningkat satu tahun.

Sementara itu, pengeluaran riil per kapita per tahun yang disesuaikan mencapai Rp14,304 juta pada 2026. Nilai tersebut meningkat Rp795.000 dibandingkan tahun sebelumnya. Selama empat tahun terakhir, indikator ini bertambah Rp2,312 juta.

Plt Kepala BPS Jatim, Ir. Herum Fajarwati, M.M., mengatakan seluruh indikator penyusun IPM mengalami peningkatan pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut meliputi pengeluaran riil per kapita, RLS, HLS, dan UHH. “Secara keseluruhan, pembangunan manusia Jatim masih berada dalam kategori tinggi,” katanya dikutip dari rilis BPS Jatim, Jumat (6/11/2026).

Meski demikian, capaian antardaerah belum sepenuhnya merata. BPS mencatat terdapat 10 kabupaten/kota yang sudah masuk kategori IPM sangat tinggi, yakni Sidoarjo, Gresik, Kota Kediri, Kota Blitar, Kota Malang, Kota Pasuruan, Kota Mojokerto, Kota Madiun, Kota Surabaya, dan Kota Batu.

Sebanyak 26 daerah lainnya berada pada kategori tinggi. Sedangkan dua daerah masih berkategori sedang. Tidak ada kabupaten/kota di Jatim yang masuk kategori pembangunan manusia rendah.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network