SURABAYA, iNews.id – Adu taktik pelatih jempolan bakal tersaji dalam laga uji coba Indonesia melawan Myanmar di Antalya, Turki, Kamis (25/11/2021). Uji coba ini untuk kedua kalinya setelah Tim Nasional (Timnas) Indonesia kalah melawan Afghanistan.
Uji coba kali ini, Indonesia tidak akan gegabah. Timnas Indonesia tidak ingin dipandang sebagai tim lemah. Banyak evaluasi yang telah dilakukan, Timnas bertekat untuk bisa menang. Pertarungan antara Timnas Indonesia kontra Myanmar tidak hanya akan menjadi panggung bagi para penggawa andalan tim Garuda untuk mengatasi Myanmar yang dikenal sebagai tim kuda hitam. Namun, duel tersebut juga ajang adu taktik bagi pelatih masing-masing.
Shin Tae-yong sebagai Pelatih Timnas Indonesia akan beradu taktik dengan Antoine Hey sebagai nahkoda tim Myanmar. Strategi masing-masing pelatih akan sangat berpengaruh pada performa tim di atas lapangan nanti.
Shin Tae-yong kembali menjadi tumpuan utama Timnas Indonesia dalam meramu strategi jitu. Shin Tae-yong dipercaya membangun Timnas Indonesia yang tangguh, termasuk membesut Timnas U-19 dan U-23. Dirinya punya bekal positif setelah mengantarkan Timnas Indonesia senior menyingkirkan Chinese Taipei di play-off Kualifikasi Piala Asia 2023. Kini dirinya kembali diharapkan membawa sesuatu yang spesial.
Pada laga uji coba melawan Myanmar, Timnas Indonesia tak akan diperkuat oleh tiga pemain. Mereka adalah Egy Maulana Vikri, Elkan Baggott, dan Witan Sulaeman. Ketiganya sudah kembali ke klub masing-masing. Egy kembali ke Slovakia untuk membela FK Senica, Elkan Baggott pulang ke Inggris untuk bermain bersama Ipswich Town, dan Witan balik ke Polandia untuk membela Lechia Gdanks.
Sebelumnya, ketiga pemain tersebut bermain saat Timnas Indonesia kalah 0-1 dari Afghanistan (16/11/2021). Tantangan berat akan dihadapi skuad Garuda tanpa ketiga pemain tersebut pada laga uji coba terakhir melawan Myanmar jelang Piala AFF 2020.
Tentu hal ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi pelatih asal Korsel itu dalam memaksimalkan potensi seluruh pemain yang ada. Shin Tae-yong yakin anak asuhnya bisa meraih kemenangan melawan Myanmar karena telah menunjukkan penampilan gemilang dan semangat juang tinggi saat melawan Afghanistan.
“Untuk melawan Myanmar, kami harus mendapatkan kemenangan. Tim ini semakin membaik, sampai akhir pertandingan mereka terus berjuang. Jadi, semakin meyakinkan buat pertandingan selanjutnya melawan Myanmar,” kata Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong mengungkapkan penyebab kekalahan timnya di uji coba sebelumnya. Dia menyebut para pemain masih jet lag, tidak menjalankan taktik dengan baik, dan sering melakukan kesalahan operan.
Sementara, Antoine Hey, telah memanggil para pemain yang akan dibawanya untuk melakukan pemusatan latihan di Turki sekaligus menjalani laga uji coba dengan Timnas Indonesia. Myanmar hanya membawa 19 pemain ke Turki.
Berbeda dengan Afghanistan, pemain-pemain Myanmar seluruhnya merupakan pemain yang berkarier di liga domestik mereka sendiri. Selain itu ada beberapa pemain yang akan menjadi debutan setelah sebelumnya memperkuat Timnas U-23, seperti Aung Naing Win, Soe Aarkar, Kaung Htet Soe, dan Nay Moe Naing.
Selain itu juga ada pemain senior yang akan berpotensi mendapatkan debutnya bersama Myanmar, antara lain Myo Ko Tun dan Pyae Lyan Aung. Bek senior berusia 33 tahun, David Htan, masih akan mendapatkan kepercayaan untuk membimbing adik-adiknya beradaptasi di Timnas Myanmar, mengingat bek senior itu sudah 67 kali membela Asian Lions.
Namun melihat jam terbangnya bersama Timnas Myanmar dengan sudah bekerja selama tiga tahun, membuat Antoine Hey paham betul kekuatan timnya. Sekaligus menjadi kekuatan tersendiri bagi Hey dalam meramu taktik dan strategi yang tepat, demi mematangkan persiapan menuju Piala AFF 2020.
Editor : Arif Ardliyanto