Wajah Sedih Manajer Arema FC Lihat Jenazah Suporter Bergelimpangan, Janji Datang ke Rumah Korban

Arif Ardliyanto
.
Senin, 03 Oktober 2022 | 06:51 WIB
Manajer Arema FC terlihat sedih melihat jenazah korban yang terus bertambah. Ia berjanji akan mendatangi korban secara langsung

MALANG, iNews.id - Insiden kematian suporter Arema benar-benar memukul banyak pihak. Manajer Arema FC, Ali Rifki mulai buka suara paca kesuruhan di Stadion Kanjuruhan, yang memakan korban hingga ratusan orang. 

Ia menyatakan sangat memikirkan dan tak begitu mempedulikan sanksi yang diberikan dari Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) kepada klubnya.

"Ini pukulan besar bagi kita semua. Tim semua pemain semua shock semua, semua tidak menginginkan ini," ucapnya kepada awak media, Minggu 2 Oktober 2022 malam WIB.

Ia juga tak mau memikirkan sanksi dari PSSI terlebih dahulu. Sebab pihaknya memikirkan para korban dan keluarga korban yang akan didatangi satu persatu.

"Manajemen tidak peduli dan tidak memikirkan sanksi, yang saya pikirkan korban dan keluarga korban yang akan kita datangi Insya Allah satu per satu," tuturnya.

Diakuinya memang ada permintaan perubahan jadwal yang diajukan oleh Kapolres Malang. Tetapi ia tidak mengetahui bila ternyata jadwalnya bermain malam pukul 20.00 WIB, maka ia sebagai manajer tim hanya mempersiapkan pemainnya untuk bermain.

"Atas permintaan Kapolres (perubahan jadwal kick-off) sudah kita kirim setelah PT LIB menjawab, menetapkan jadwal tetap, ya kita saya sebagai manajer tim mengikuti apa yang ada yang sudah ditetapkan, karena jadwal apapun itu urusan Panpel dengan PT LIB serta keamanan," terangnya.

Sebelumnya diberitakan, kerusuhan pecah setelah laga Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya Surabaya di pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 pada Sabtu 1 Oktober 2022 malam WIB. Para suporter merangsak masuk ke lapangan dan menyerbu pemain.

Tak hanya para pemain Persebaya, pemain Arema FC juga diserang oleh ribuan Aremania. Bahkan petugas kepolisian juga diserang hingga mengakibatkan dua orang kepolisian meninggal dunia.

Selanjutnya 10 mobil dinas kepolisian juga dinyatakan rusak dan tiga mobil pribadi dirusak massa. Akibat kejadian ini menurut data kepolisian sudah terindetifikasi sebanyak 125 orang yang meninggal dunia.

Di sisi lain, Federasi Sepakbola Indonesia (PSSI) langsung menurunkan tim investigasi untuk mengusut tuntas permasalahan ini. Di sisi lain, PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) juga memberhentikan gelaran Liga 1 2022-2023 dalam sepekan ke depan.

Editor : Arif Ardliyanto
Bagikan Artikel Ini