SAMPANG, iNewsSurabaya.id - Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sampang, Madura, memakan korban jiwa. Seorang petani bernama Zamrawi (55), warga Desa Madupat, Kecamatan Camplong, meninggal dunia akibat tersambar petir saat sedang menanam padi di sawah bersama istrinya, Hamidah.
Kapolsek Camplong, Iptu Bambang Budiyanto, menjelaskan bahwa peristiwa tragis tersebut terjadi ketika korban dan istrinya sedang sibuk menancapkan bibit padi di tengah hujan lebat. Suara gelegar petir tiba-tiba menggema, dan Zamrawi seketika tersungkur ke tanah.
"Istrinya langsung panik melihat suaminya jatuh. Ia segera memanggil tetangga yang berada di sawah terdekat untuk meminta bantuan," ujar Iptu Bambang pada Kamis (26/12/2024).
Korban Dinyatakan Meninggal di Tempat
Saat warga mulai berdatangan ke lokasi, Zamrawi dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Dalam situasi penuh duka, keluarga korban menolak tindakan medis lebih lanjut, termasuk pemeriksaan visum.
"Keluarga korban menerima kejadian ini sebagai musibah. Korban langsung dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan," tambah Iptu Bambang.
Insiden ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap cuaca ekstrem yang kerap terjadi di musim penghujan. Aktivitas di tempat terbuka, seperti sawah, dapat berisiko tinggi ketika ada potensi sambaran petir.
Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Zamrawi dan warga Desa Madupat. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk senantiasa berhati-hati dan mengutamakan keselamatan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.
Editor : Arif Ardliyanto