get app
inews
Aa Text
Read Next : Altos AX3000: Router WiFi 6 Dual Band dengan Kecepatan 3Gbps, Cocok Dilokasi Sulit Jaringan Internet

Terkuak! Motif Sadis Pemerkosa dan Pembunuh Siswi SMA di Jombang, Pengakuannya Bikin Geram

Jum'at, 14 Februari 2025 | 16:19 WIB
header img
Kasus pemerkosaan dan pembunuhan siswi SMA di Jombang terungkap! Pacar korban bersama dua rekannya memperkosa dan membuang korban hidup-hidup ke sungai. Foto iNEWSSURABAYA/zainul

JOMBANG, iNEWSSURABAYA.ID – Kasus pemerkosaan dan pembunuhan tragis terhadap seorang siswi SMA di Jombang akhirnya terungkap. Pengakuan salah satu pelaku, AP (18), yang merupakan pacar korban, membuat publik geram. Bersama dua rekannya, AT dan LI, mereka memperkosa korban secara bergiliran di area persawahan sebelum akhirnya membuangnya ke sungai dalam keadaan masih hidup.

PRA (19), siswi SMA asal Sebani, Sumobito, Jombang, mengenal AP melalui media sosial. Hubungan keduanya masih terbilang baru. Pada Senin, 10 Februari 2025, keduanya bertemu di Mojowangi, Mojowarno, Jombang.

"Saya jemput korban di Mojowangi, terus saya ajak ngopi ke Perak," ujar AP saat diperiksa di Mapolres Jombang.

Namun, rencana pertemuan itu berubah menjadi awal dari peristiwa kelam. AP membawa korban ke rumah AT di Kunjang, Kediri, dan meninggalkannya sementara untuk membeli minuman keras bersama AT. Setelah menenggak miras, ketiga pelaku membawa korban ke area persawahan di Godong, Gudo, Jombang.

Setibanya di sawah, ketiga pelaku melampiaskan nafsu bejat mereka secara bergiliran. Korban yang berusaha melawan justru mendapat perlakuan kejam. Ia dipukuli hingga tak berdaya.

"Pelaku memukul bagian perut korban, yang menyebabkan pendarahan internal sesuai hasil autopsi," ujar AKP Margono Suhendra, Kasat Reskrim Polres Jombang.

Setelah memastikan korban dalam kondisi lemah, AP dan LI memboncengnya bertiga menuju sungai di Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri. Setibanya di sana, mereka dengan keji membuang korban yang masih bernapas ke dalam air. AT yang mengikuti dari belakang hanya menyaksikan aksi keji itu.

"Saat dibuang, korban masih hidup, tetapi karena dalam kondisi lemah, ia akhirnya meninggal karena tenggelam," jelas Margono.

Keesokan harinya, Selasa (11/2/2025), jasad korban ditemukan mengambang di Desa Pacarpeluk, Kecamatan Megaluh, Jombang.

Selain dipicu oleh pengaruh minuman keras, motif utama para pelaku terungkap: mereka ingin menguasai harta benda korban. Setelah membunuh, mereka membawa kabur sepeda motor Honda Vario dan ponsel korban. Motor itu kemudian dijual seharga Rp2,2 juta, dan Rp800 ribu dari hasil penjualan telah mereka gunakan untuk kepentingan pribadi.

Ketiga pelaku kini dijerat dengan Pasal 340 atau 339, serta 338 KUHP, dengan ancaman hukuman seumur hidup atau maksimal 20 tahun penjara. Polisi juga menyita barang bukti berupa sisa uang hasil penjualan motor dan kendaraan korban yang belum sempat dipindahtangankan.

Kasus ini memicu kemarahan publik, terutama warga Jombang dan sekitarnya. Warganet ramai-ramai menyuarakan tuntutan hukuman berat bagi para pelaku. Banyak yang berharap agar mereka mendapat ganjaran setimpal atas tindakan keji yang dilakukan terhadap korban yang tak berdaya.

Tetap waspada dalam berkenalan di media sosial, dan laporkan segera jika ada tanda-tanda mencurigakan dalam sebuah hubungan. Kejahatan bisa terjadi di mana saja, bahkan dari orang terdekat.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut