Arus Mudik Lebaran 2025 di Jawa Timur Turun 14,74 Persen, Puncak Lalu Lintas Terjadi di H+2

SURABAYA, iNEWSSURABAYA.ID – Arus mudik Lebaran 2025 di Jawa Timur menunjukkan penurunan signifikan. Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan bahwa selama periode arus mudik, terjadi penurunan volume lalu lintas kendaraan hingga 14,74 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Puncak lalu lintas kendaraan tercatat pada H+2 Lebaran atau 1 April 2025, dengan jumlah mencapai 573.405 kendaraan. Dibandingkan periode yang sama pada 2024, jumlah kendaraan menurun dari 4.997.316 menjadi 4.260.480 unit.
Tidak hanya pada kendaraan pribadi, penurunan juga terjadi pada jumlah penumpang angkutan bus. Puncak pergerakan penumpang bus terjadi pada H-2 atau 29 Maret 2025, dengan total 187.580 penumpang. Ini menandai penurunan sekitar 4,07 persen dari jumlah penumpang pada 2024.
Sebaliknya, moda transportasi kereta api justru mengalami peningkatan. Puncaknya juga terjadi pada 1 April 2025, dengan 179.645 penumpang, naik 5,47 persen menjadi total 1.389.178 penumpang dibandingkan tahun lalu.
Untuk angkutan laut, puncak arus mudik terjadi di H-7 atau 24 Maret 2025, dengan total akumulasi penumpang dari H-10 hingga H+2 mencapai 119.105 orang. Sementara itu, pada moda udara, tercatat 3.361 penerbangan selama periode mudik, dengan puncaknya terjadi pada H-3 Lebaran.
Dalam pemantauan arus mudik yang dilakukan di Kantor Dinas Perhubungan Jawa Timur, Emil Dardak meninjau langsung kondisi lalu lintas melalui Jatim Transportation Control Center (JTCC). Ia memantau situasi melalui CCTV yang terpasang di empat sektor utama: lalu lintas jalan, angkutan darat, pelabuhan, dan bandara.
“Dengan teknologi ini, kita bisa langsung mengetahui kondisi di lapangan, termasuk jalan provinsi yang perlu pembenahan,” ujar Emil.
Lebih lanjut, Emil menekankan kesiapan pemerintah dalam menghadapi arus balik Lebaran. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga sinergi demi kelancaran mobilitas masyarakat.
“Saat ini fokus kita beralih ke arus balik, seperti penyeberangan laut dari Raas ke Jangkar. Semua harus siaga,” tandasnya.
Editor : Arif Ardliyanto