FH Unair Gelar ICDNC 2025, Cetak Mahasiswa Hukum Tangguh Lewat Simulasi Negosiasi
Dalam sesi final, para juri memberikan penilaian berdasarkan penguasaan materi hukum, teknik berkomunikasi, intonasi, alur logika, serta ketepatan strategi penyelesaian konflik.
Richard Subroto, salah satu juri, menekankan pentingnya kompetisi ini sebagai sarana membangun mindset hukum yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif.
“Di dunia kerja, yang dibutuhkan bukan sekadar hafalan pasal atau kemampuan menggunakan AI. Tapi cara berpikir strategis dan kemampuan menavigasi situasi yang kompleks,” ujar Richard, alumni FH Ubaya.
Ia juga mengapresiasi keterampilan komunikasi peserta yang dinilainya sudah cukup baik, meski tetap ada ruang untuk penguatan pada aspek pemetaan strategi hukum secara holistik.
Selain pengalaman dan wawasan, ICDNC 2025 juga memberikan golden ticket kepada tim pemenang untuk mewakili FH Unair di kompetisi hukum tingkat nasional. Ini menjadi motivasi tambahan bagi mahasiswa untuk terus berkembang dan menunjukkan performa terbaiknya di panggung akademik maupun profesional.
Dengan ajang seperti ICDNC, FH Unair menegaskan posisinya sebagai pelopor pendidikan hukum yang tak hanya mengedepankan teori, tetapi juga praktik nyata. Kompetisi ini menjadi bukti nyata bagaimana kampus merancang proses belajar yang menyentuh kebutuhan industri hukum masa kini.
Editor : Arif Ardliyanto