Dididik ala Militer, Siswa SMAN 2 Taruna Pamong Praja Disiapkan Hadapi Dunia Nyata dan Jadi Pemimpin
SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Dinas Pendidikan Jawa Timur terus mendorong penguatan karakter dan kepemimpinan generasi muda. Kali ini, motivasi khusus diberikan kepada 200 siswa angkatan pertama SMAN 2 Taruna Pamong Praja yang baru saja memulai masa pendidikannya.
Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Jatim, Aries Agung Paewai, secara langsung mengunjungi sekolah tersebut untuk menyampaikan pesan penting: siswa SMAN 2 Taruna Pamong Praja dipersiapkan menjadi calon pemimpin bangsa sejak dini.
“Dulu, menjadi pamong praja dimulai setelah lulus SMA. Sekarang, sejak lulus SMP, kalian sudah disiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan. Kalian akan lebih siap menghadapi tantangan zaman yang terus berubah,” tegas Aries.
Sebagai sekolah yang mengusung konsep taruna, SMAN 2 Taruna Pamong Praja menerapkan sistem pendidikan berasrama dengan pembinaan karakter yang melibatkan TNI Angkatan Darat. Menurut Aries, pendekatan ini tidak hanya melatih kedisiplinan, tetapi juga membentuk integritas dan tanggung jawab tinggi pada setiap siswa.
“Kalian dilatih langsung oleh TNI AD. Ini menjadi nilai lebih dalam pembentukan mental dan kedisiplinan,” ujar pria asal Makassar ini.
Fasilitas sekolah juga akan terus dilengkapi, termasuk pengembangan asrama, sarana belajar, hingga program penguatan etika dan kepemimpinan.
Lebih dari sekadar pelajaran akademik, siswa SMAN 2 Taruna Pamong Praja juga dibekali pendidikan etika dan manner yang menjadi kunci penting dalam dunia kerja, terutama bagi mereka yang akan berkecimpung di dunia birokrasi dan pemerintahan.
“Cara makan, cara berpakaian, hingga cara merapikan tempat tidur diajarkan di sini. Etika dalam pertemuan dan komunikasi juga menjadi bagian penting yang dinilai,” ungkap Aries.
Kepada para guru, Aries memberikan pesan khusus agar tidak hanya berperan sebagai pengajar, tapi juga sebagai pembimbing karakter. Ia meminta setiap wali kelas dan wali asuh terlibat aktif dalam proses pendampingan siswa agar mampu mencapai cita-cita tinggi.
“Jangan cepat lelah. Ini adalah proses penting dalam menyiapkan pemimpin masa depan bangsa,” tambahnya.
Sebagai angkatan pertama, SMAN 2 Taruna Pamong Praja telah menerima 200 siswa dari berbagai penjuru tanah air. Mereka berasal dari Kalimantan, Sulawesi, Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Sumatera Barat, menjadikan sekolah ini sebagai miniatur keberagaman Indonesia.
Kegiatan belajar mengajar (KBM) sudah dimulai sejak Minggu pagi, menandai dimulainya perjalanan panjang pembentukan karakter pemimpin bangsa di sekolah ini.
Editor : Arif Ardliyanto