get app
inews
Aa Text
Read Next : Heboh Kabar Mulyanto Nugroho Mundur dari Rektor Untag Surabaya, Belum Genap 6 Bulan Menjabat

Prof Mulyanto Kembali Pimpin Untag Surabaya, Dua Wajah Baru Perkuat Jajaran Pimpinan, Ini Sosoknya

Rabu, 20 Agustus 2025 | 15:46 WIB
header img
Prof. Dr. Mulyanto Nugroho kembali dipercaya menjabat sebagai Rektor Untag Surabaya untuk periode 2025–2029. Foto iNewsSurabaya/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya memasuki babak baru kepemimpinan setelah Prof. Dr. Mulyanto Nugroho kembali dipercaya menjabat sebagai Rektor untuk periode 2025–2029. Pelantikan yang berlangsung pada Selasa (19/8/2025) ini sekaligus menandai formasi baru jajaran pimpinan universitas dengan hadirnya dua wajah segar yang diharapkan mampu membawa kampus “Merah Putih” semakin berprestasi.

Dua sosok baru tersebut adalah Dr. Supangat, M.Kom., ITIL., COBIT., CLA yang dipercaya sebagai Wakil Rektor II, serta Dr. Sumiati, MM yang menjabat Wakil Rektor III. Keduanya dikenal memiliki rekam jejak akademik yang solid dengan puluhan karya penelitian yang sudah terpublikasi. 

Supangat yang menekuni bidang teknologi digital tercatat telah menghasilkan lebih dari 20 riset, sedangkan Sumiati jauh lebih produktif dengan 90 riset yang diakui luas. Salah satu karyanya yang cukup fenomenal adalah penelitian bertajuk “Pengaruh Kualitas Produk dan Harga terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Wardah di Kota Bangkalan” yang diterbitkan pada 2016 dan hingga kini sudah direview ratusan akademisi.

Sementara itu, Prof. Mulyanto atau akrab disapa Prof. Nug memasuki periode ketiganya sebagai rektor. Ia akan didampingi oleh Harjo Seputro, ST, MT (Wakil Rektor I), Supangat (Wakil Rektor II), dan Sumiati (Wakil Rektor III). Formasi ini diharapkan mampu mengakselerasi visi besar Untag untuk meningkatkan kualitas pendidikan berstandar internasional sekaligus memperkuat identitas kampus yang menjunjung tinggi nilai patriotisme.

Dalam sambutannya, Prof. Mulyanto menegaskan bahwa tantangan pendidikan tinggi ke depan semakin kompleks, sehingga Untag Surabaya harus berani melangkah lebih jauh. 

“Sejak 2018 kami sudah membuka empat program studi internasional. Pada 2021, tiga di antaranya berhasil meraih akreditasi internasional. Tahun ini kami menargetkan tambahan empat prodi, sehingga total ada tujuh yang berstandar internasional,” ujarnya.

Selain internasionalisasi, Prof. Mul menegaskan pentingnya implementasi Catur Dharma Perguruan Tinggi. Salah satunya melalui pendidikan patriotisme yang diwajibkan mulai jenjang sarjana hingga doktor. 

“Kampus Merah Putih ini memiliki tanggung jawab menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Hal ini sejalan dengan program Kampung Pancasila yang digagas Pemkot Surabaya,” tambahnya.

Untag Surabaya juga terus memperluas akses pendidikan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah. Tahun lalu, Pemkot Surabaya memberikan beasiswa penuh kepada 17 mahasiswa program vokasi. Ke depan, skema bantuan pendidikan ini akan diperluas agar semakin banyak anak muda Surabaya yang berkesempatan menempuh pendidikan tinggi.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya, J. Subekti, menilai kepemimpinan Prof. Mul terbukti mampu menjaga soliditas kampus. Menurutnya, tantangan besar perguruan tinggi swasta adalah bersaing dengan universitas negeri berbadan hukum yang menyerap banyak lulusan SMA serta masuknya kampus asing di Indonesia. 

“Di Surabaya saja sudah ada dua universitas dari Australia. Orang tua dengan kemampuan ekonomi tinggi tentu akan mempertimbangkan ijazah luar negeri. Karena itu, Untag harus bisa memperkuat daya tariknya sendiri dengan kualitas dan kekompakan internal,” tegas Subekti.

Apresiasi juga datang dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, yang memuji dedikasi Prof. Mul dalam membawa perubahan signifikan sejak periode pertama. “Periode pertama dan kedua telah membawa lompatan besar bagi Untag Surabaya. Di periode ketiga ini saya berharap kolaborasi dengan Pemkot bisa lebih diperkuat, termasuk melalui KKN mahasiswa untuk mendampingi masyarakat di Kampung Pancasila,” ungkap Eri.

Pemkot Surabaya juga tengah menyiapkan program Beasiswa Pemuda Tangguh yang ditujukan bagi mahasiswa di perguruan tinggi swasta, termasuk Untag. Dengan skema ini, diharapkan tidak ada lagi generasi muda Surabaya yang terhambat melanjutkan pendidikan karena kendala biaya. “Kami ingin memastikan anak-anak Surabaya tetap bisa kuliah, agar Indeks Pembangunan Manusia kota ini terus meningkat,” tambahnya.

Dengan kombinasi kepemimpinan berpengalaman dan kehadiran dua figur akademisi baru, Untag Surabaya optimistis mampu menjawab tantangan global sekaligus tetap teguh pada jati diri sebagai kampus perjuangan.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut