get app
inews
Aa Text
Read Next : Ribuan Personel PLN Disiagakan, Pantau Perayaan Natal 2025 dan Jaringan Listrik di Jawa Timur

Gedung Grahadi Dibakar Massa, Gubernur Khofifah: Cagar Budaya Harus Dijaga, Bukan Dirusak

Selasa, 02 September 2025 | 10:37 WIB
header img
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, tak kuasa menahan rasa sedih usai Gedung Negara Grahadi yang menjadi ikon sejarah Jawa Timur dibakar massa aksi pada Sabtu malam (30/8/2025). Foto iNewsSurabaya/lukman

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, tak kuasa menahan rasa sedih usai Gedung Negara Grahadi yang menjadi ikon sejarah Jawa Timur dibakar massa aksi pada Sabtu malam (30/8/2025). Bangunan yang berstatus cagar budaya itu seharusnya dilestarikan, bukan justru dirusak.

“Gedung Grahadi adalah bagian dari warisan sejarah. Kita semua prihatin karena sisi barat bangunan juga dilempari bom molotov,” ujar Khofifah usai menghadiri Apel dan Doa Bersama Potensi Masyarakat Jatim untuk Kamtibmas Kondusif di Mapolda Jatim, Selasa (2/9/2025).

Aksi anarkis itu terjadi sekitar pukul 21.38 WIB. Lemparan molotov memicu kobaran api yang membakar kantor Wakil Gubernur serta ruang pers (pressroom). Suasana mencekam, asap pekat membumbung tinggi dari bangunan bersejarah yang berdiri sejak masa kolonial tersebut.

Padahal, setengah jam sebelum insiden, Khofifah bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin sudah menemui perwakilan massa untuk berdialog. Bahkan, ia langsung menghubungi Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto agar mahasiswa yang ditahan segera dipulangkan.

“Sebagian besar, terutama anak-anak usia 15–16 tahun, sudah dipulangkan malam itu juga. Hingga pukul 01.30 WIB, keluarga datang menjemput,” jelasnya.

Namun, langkah persuasif tersebut gagal meredakan emosi massa yang tersisa. Sekitar satu jam setelah dialog, botol dan molotov kembali menghujani kompleks Grahadi hingga menimbulkan kerusakan parah.

Khofifah memastikan korban luka akibat kerusuhan langsung mendapat perawatan di RSUD dr. Soetomo Surabaya dan RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Polisi juga memasang garis pembatas untuk mengidentifikasi kerusakan bangunan.

Ia menepis isu yang beredar bahwa rumah pribadi Wakil Gubernur Emil Dardak ikut dijarah. “Bukan rumah, tapi kantor kerja Pak Wagub di bagian barat Grahadi yang terbakar,” tegasnya.

Gedung Grahadi selama ini bukan hanya kantor gubernur, tetapi juga simbol perjuangan, budaya, dan identitas Jawa Timur. Kini, sebagian bangunannya porak-poranda akibat aksi anarkis.

“Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebebasan menyampaikan aspirasi harus tetap damai. Jangan sampai perjuangan menuntut keadilan justru meninggalkan luka sejarah baru,” tandas Khofifah.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut