get app
inews
Aa Text
Read Next : 34 Jenazah Korban Tragedi Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Teridentifikasi

Identifikasi Jenazah Korban Ponpes Al-Khoziny Tunggu Data Keluarga dan DNA

Jum'at, 03 Oktober 2025 | 21:44 WIB
header img
Identifikasi lima jenazah korban runtuhnya musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, terkendala rusaknya sidik jari.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tim DVI Polda Jawa Timur (Jatim) menerima delapan kantong jenazah korban runtuhnya musala Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Hingga kini, sebagian jenazah telah menjalani proses identifikasi meski masih memerlukan pendalaman lebih lanjut.

Kabid Dokkes Polda Jatim, Kombes Pol M. Khusnan, menyampaikan bahwa dari delapan jenazah tersebut, lima sudah melalui tahap identifikasi namun belum sepenuhnya terverifikasi. Sementara tiga lainnya masih dalam proses.

“Untuk mempercepat dan memastikan keakuratan identifikasi, kami memerlukan data tambahan dari keluarga. Antara lain foto terakhir korban, pakaian terakhir yang dikenakan, serta informasi barang-barang pribadi,” ujar Khusnan, Jumat (3/10/2025).

Selain metode visual, tim DVI juga mengandalkan pemeriksaan DNA. Hingga saat ini tercatat 57 sampel DNA keluarga telah terkumpul, setelah dilakukan verifikasi ulang dari data awal sebanyak 58. “Besok pagi seluruh sampel DNA akan kami kirim ke Pusdokkes Mabes Polri untuk diperiksa,” jelasnya.

Ia menambahkan, metode identifikasi yang paling efektif tetap melalui data gigi korban, terutama jika memiliki riwayat pemeriksaan atau foto panoramik. Namun, penggunaan sidik jari menjadi sulit lantaran kondisi jenazah sudah lebih dari tiga hari sehingga mengalami kerusakan alami.

“Secara umum kondisi jenazah masih utuh, hanya ada kerusakan akibat proses alamiah, bukan kekerasan. Identifikasi kami lakukan sesuai panduan internasional. Yang penting, data identitas harus diberikan oleh keluarga, bukan dari tim, agar tidak terjadi kekeliruan,” tegasnya.

Jika metode visual, sidik jari, maupun gigi tidak dapat digunakan, maka tes DNA menjadi solusi terakhir. Hasil pemeriksaan DNA paling cepat bisa diketahui dalam tiga hari, namun bisa lebih lama tergantung kondisi sampel.

Khusnan menegaskan, fokus tim saat ini adalah memastikan seluruh jenazah dapat diidentifikasi. Ia mencontohkan kasus kapal tenggelam di Banyuwangi, di mana seluruh korban akhirnya berhasil diidentifikasi meskipun sulit.

“Untuk penyebab kematian tidak kami dalami, karena ini bencana akibat runtuhnya bangunan, bukan kasus kriminalitas. Kami berharap keluarga dapat bersabar, karena kerja sama keluarga sangat penting dalam proses ini,” tutupnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut