get app
inews
Aa Text
Read Next : Bangun Keluarga Harmonis, Suami Dilibatkan dalam Edukasi Ibu Hamil, Begini Tujuannya

Tekan Angka Stunting, Peran Puskesmas di Sidoarjo Semakin Dimaksimalkan, Ini yang Dilakukan

Selasa, 07 Oktober 2025 | 05:07 WIB
header img
Puskesmas Buduran memperkuat perannya dalam memberikan edukasi kesehatan ibu dan anak, sekaligus mengawal tumbuh kembang balita agar tidak mengalami stunting. Foto iNewsSurabaya/ist

SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Puskesmas kini menjadi garda terdepan dalam upaya menekan angka stunting di Kabupaten Sidoarjo. Melalui gerakan kolaboratif bersama pemerintah desa dan sektor swasta, Puskesmas Buduran memperkuat perannya dalam memberikan edukasi kesehatan ibu dan anak, sekaligus mengawal tumbuh kembang balita agar tidak mengalami stunting.

Salah satu langkah nyata dilakukan dengan Sosialisasi Kesehatan Ibu dan Anak di Desa Siwalanpanji, Kecamatan Buduran, Rabu (1/10/2025). Kegiatan ini melibatkan kader posyandu, tenaga kesehatan desa, serta masyarakat setempat, dengan dukungan PT Pertamina Patra Niaga Aviation Fuel Terminal (AFT) Juanda.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan Puskesmas Buduran dalam memperkuat sistem deteksi dini stunting, terutama melalui peningkatan kapasitas kader posyandu.

“Kami berupaya agar kader memiliki kemampuan mengukur, mencatat, dan memantau tumbuh kembang anak secara lebih akurat. Semua data ini penting untuk menentukan langkah intervensi yang tepat,” ujar Machwijatul Aniqoh, tenaga kesehatan dari Puskesmas Buduran.

Selain pelatihan teknis, Puskesmas juga memberikan edukasi gizi dan menu sehat bagi bayi usia 0–2 tahun, yang disesuaikan dengan kebutuhan tumbuh kembang anak. “Pemberian asupan gizi seimbang menjadi kunci utama dalam mencegah stunting sejak dini,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, para kader posyandu juga menerima antropometri kit—alat standar untuk mengukur tinggi dan berat badan anak. Dengan dukungan alat ini, Puskesmas Buduran dapat memastikan setiap proses pengukuran lebih presisi dan hasilnya tercatat dalam sistem pemantauan gizi anak di wilayah kerja mereka.

Kepala Desa Siwalanpanji menilai langkah ini sangat membantu kader di lapangan. “Dengan alat ukur baru, kami bisa mendapatkan data yang valid. Itu penting agar tindak lanjut, baik dalam bentuk penyuluhan gizi atau bantuan makanan tambahan, bisa dilakukan lebih cepat,” jelasnya.

Gerakan pencegahan stunting ini merupakan bagian dari sinergi antara Puskesmas Buduran, Pemerintah Desa Siwalanpanji, dan PT Pertamina Patra Niaga AFT Juanda.

Aviation Fuel Terminal Manager Juanda, Dimas Bagus Satriyo Wibowo, menegaskan, dukungan ini menjadi bentuk komitmen perusahaan terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

“Kami ingin berkontribusi dalam mencetak generasi sehat dan berkualitas. Dukungan kepada Puskesmas Buduran ini adalah bagian dari tanggung jawab sosial kami terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera,” ujarnya.

Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo mencatat, masih ada 32 anak di Desa Siwalanpanji yang terindikasi mengalami stunting. Puskesmas Buduran pun menjadikan angka ini sebagai fokus kerja dengan melakukan pendampingan keluarga, monitoring tumbuh kembang, dan penyuluhan gizi secara rutin.

M. Soffa, perwakilan Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, menilai peran Puskesmas sangat vital. “Keberhasilan penurunan stunting sangat ditentukan oleh kerja aktif Puskesmas di lini terdepan, terutama dalam pengawasan dan intervensi cepat terhadap anak berisiko stunting,” ujarnya.

Dengan gerakan terpadu antara Puskesmas, pemerintah desa, dan dukungan swasta, Kabupaten Sidoarjo menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan demi mewujudkan generasi masa depan yang sehat, kuat, dan produktif.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut